Paket Phoenix
Paket Phoenix
telkomsel halo

Lenovo Caplok Motorola dari Google

11:51:44 | 31 Jan 2014
Lenovo Caplok Motorola dari Google
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Aksi Lenovo dalam mengakuisisi perusahaan teknologi informasi di pasar global lumayan agresif.

Setelah mengumumkan mengakuisisi bisnis server milik IBM beberapa waktu lalu, kini giliran divisi ponsel Motorola milik Google dicaplok senilai US$ 2,91 miliar  atau setara Rp 35 triliun.

Dikutip dari Reuters (31/1), aksi korporasi ini yang paling besar dilakukan oleh Lenovo.

Walau divisi ponsel dicaplok, Google tidak melepas sebagian besar paten (17 ribu paten) Motorola. Google membeli Motorola seharga US$ 12,5 miliar  pada 2012. Google juga masih akan memiliki divisi penelitian Motorola, Advanced Technology and Projects. Sedangkan Lenovo akan memiliki lisensi penggunaan teknologi yang dikembangkan.

Lenovo akan membayar US$ 600 juta  dalam bentuk uang tunai dan US$ 750 juta dalam bentuk saham biasa. Selain itu, sejumlah US$ 1,5 miliar akan dibayarkan dalam bentuk surat utang.

"Memiliki   portofolio produk yang inovatif dan tim global yang sangat berbakat seperti ini akan menjadikan Lenovo pesaing global yang kuat di arena smartphone," kata CEO Lenovo, Yang Yuanqing.

Lembaga riset Strategy Analytics menghitung jika pangsa pasar Lenovo dan Motorola digabung, keduanya bisa menjadi salah satu pemain besar di smartphone. Lenovo mengirimkan 45,5 juta unit smartphone pada kuartal empat 2013, dengan pangsa pasar 4,6%.

Sementara pangsa pasar Motorola tidak sampai 1,4%.Jika pangsa pasar Lenovo dan Motorola digabung akan membuat keduanya memiliki pangsa pasar sekitar 6%. Penguasaan pangsa pasar sebesar itu melewati Huawei dengan 50,4 juta unit dan  dan LG (47,6 juta pengiriman) dikuartal keempat 2013.

CEO Google Larry Page menjelaskan, Motorola dilepas setelah 19 bulan belakangan berhasil  mendongkrak ekosistem Android dan meningkatkan portofolio paten Google.    

Menurutnya, persaingan di pasar smartphone sangat ketat, sehingga dibutuhkan  rekanan pembuat perangkat mobile yang  akan sangat membantu upaya bertahan hidup. "Itu mengapa kami percaya Motorola akan lebih baik di bawah Lenovo," jelasnya.

Paket Phoenix
Sementara Analis mobile Jack Gold dari J Gold & Associates dalam e-mail ke Read Write Web menyatakan Google sudah mendapatkan keinginanya  yaitu paten, tim insinyur, dan informasi mengenai pasar perangkat kertas.

"Mereka keluar dari bisnis yang memang tidak menghasilkan untung dan bisa berkonsentrasi tanpa harus repot mengurus produsen perangkat keras," ujar Gold.

Sebelumnya, BlackBerry juga melakukan langkah yang sama dengan menggandeng Foxconn untuk membuat perangkat sementara perseroan fokus di perangkat lunak.(ss)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan