telkomsel halo

Adopsi Hybrid Cloud akan Marak

10:33:44 | 24 Okt 2013
Adopsi Hybrid Cloud akan Marak
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Adopsi Hybrid Cloud akan marak di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengingat kian tingginya kesadaran perusahaan untuk menggunakan cloud computing untuk solusi Teknologi Informasi (TI). Hybrid cloud sendiri merupakan gabungan antara layanan private cloud dan public cloud.

Menguatnya adopsi hybrid Cloud di Asia Pasifik sesuai dnegan hasil riset International Data Corporation (IDC) pada 2012 dimana  menyebutkan 38,3% korporasi di Asia Pasifik ingin menggunakan solusi hybrid cloud.Sebanyak 33% korporasi ingin menggunakan private cloud dan sisanya, 16,7% ingin menggunakan public cloud.
 
“Tren ini sepertinya akan bertahan hingga tahun depan,” ungkap Direktur Developer, Platform & Evangelist Microsoft Indonesia Risman Adnan, kemarin.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi kian tingginya adopsi cloud computing, perseroan terus memperkuat layanan cloud di Indonesia diantaranya dengan menawarkan  Windows Server, System Center, Visual Studio, Windows Azure, Windows Intune, SQL Server, dan Dynamics.

Untuk layanan cloud, enterprise di Indonesia saat ini berfikir bahwa selain concern dengan sistem kemanan, mereka juga concern pada agility (kecepatan), skala dan model bisnis mereka.

Di Asia Pasifik, platform OS cloud Windows Azure mencatat pertumbuhan tiga kali lipat dibanding pertumbuhan industri infrastructure as a service (IaaS) dan platform as a service (PaaS). Sementara demand virtualisasi Microsoft untuk private cloud dan public cloud tercatat naik 30% per tahun.

"Windows Azure baru diperkenalkan setahun lalu di Indonesia, tetapi growth pertumbuhannya saat ini merupakan yang tertinggi di Asia Pasifik, bahkan mengalahkan Korea Selatan dan Australia," katanya.
 
Pendorong pertumbuhan penggunaan Windows Azure adalan bertumbuhnya startup di Indonesia. Perusahaan startup lebih memilih menggunakan Windows Azure untuk membentuk proses bisnis hanya dalam hitungan menit dibandingkan secara konvensional yang  butuh waktu hingga 1 bulan.(ss)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year