telkomsel halo

LTE Datang, Konten Video akan Menjulang?

14:43:17 | 29 Sep 2013
LTE Datang, Konten Video akan Menjulang?
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) –  Hasil riset dari Ericsson ConsumerLab Analytical Platform 2013 mengenai penggunaan aplikasi Over The Top (OTT) oleh pengguna telepon seluler pada Maret-April 2013 menunjukkan konten berbasis video belum memikat pengguna smartphone.

Survei yang  dilakukan kepada 2.053 responden di sembilan provinsi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan itu menunjukkan penggunaan aplikasi  klip video, seperti YouTube dan Netflix, untuk pengguna smartphone Indonesia tercatat hanya 28%.

Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi global dimana 47%  pengguna smartphone doyan dengan aplikasi berbasis video.

Dari survei tersebut juga terlihat aplikasi  OTT untuk panggilan internet, seperti Viber, Skype, dan Google Talk, untuk pengguna smartphone Indonesia hanya mencapai 5%,  sedangkan di global telah mencapai 22% pengguna smartphone.

Sedangkan panggilan video, seperti Google Talk, Face Time, dan Skype, untuk pengguna smartphone Indonesia tercatat 5% dan untuk non- smartphone 0%.

"Layanan video belum berkembang sebab performa jaringan operator di Indonesia memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pelanggan. Di sisi pelanggan, sekali mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan, malas mencoba lagi,” ungkap  Regional Head of Ericsson ConsumerLab Asia Tenggara dan Oseania, Afrizal Abdul Rahim, kala memaparkan hasil survei, belum lama ini.

Adopsi LTE
Menurut Deputy Director of Wireless Solution Huawei Tech Investment Very Jodi solusi yang tepat bagi konten video agar menjulang adalah diadopsinya  teknologi long term evolution (LTE).

“LTE dapat menjadi jawaban dari sisi kecepatan dan efisiensi investasi. Selain itu ini akan mengurangi pernag tarif di operator dan bergeser ke kualitas layanan. Selain itu ini akan mendorong munculnya aplikasi baru,” katanya.

Menurutnya, kehadiran  LTE akan meningkatkan layanan pada pelanggan dengan keunggulan berupa video call dengan gambar dan suara yang jernih tanpa terputus, kemampuan mengunduh dan mengunggah yang cepat, game online, speed button, dan hologram.

LTE juga memiliki keunggulan di antaranya fleksibilitas soal spektrum, peningkatkan performance layanan, dan mengurangi kompleksitas network.

Chief of Service Management Officer XL Axiata  Ongki Kurniawan mengakui layanan LTE bagi operator bukan sekadar  untuk menambah kecepatan akses data, tetapi untuk menciptakan peluang bisnis baru di industri kreatif konten dan game.

Menurutnya, hadirnya teknologi LTE akan membuat operator masuk ke layanan hingga ke end to end solution sehingga  tidak hanya menjadi penyedia pipa saja bagi pemain  OTT. Misalnya, memperkuat layanan Machine to Machine (M2M) dan layanan cloud.  

Pendiri dan Chairman Internet Data Center Johar Alam Rangkuti  mengungkapkan trafik di dalam negeri terus akan meningkat signifikan seiring maraknya aplikasi video dan streaming di website.  

“Sekarang bisa dilihat film-film Holywood bisa ditonton melalui video streaming berbayar sebelum tayang di bioskop,” katanya.

Nah, kalau sudah begini tinggal menunggu keputusan pemerintah mengeluarkan regulasi yang memberikan ruang bagi LTE di Indonesia.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year