telkomsel halo

Dongkrak Valuasi Slot Orbit, Indosat Gandeng SKY Perfect JSAT

07:58:41 | 26 Sep 2013
Dongkrak Valuasi Slot Orbit, Indosat Gandeng SKY Perfect JSAT
Alexander Rusli (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (ISAT) menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU)  dengan perusahaan satelit asal jepang, SKY Perfect JSAT untuk menaikkan valuasi dari slot orbit 150.5 Bujur Timur (BT) yang akan ditempati Satelit Palapa-E pada 2016 mendatang.

“Kita sedang gali terus model kerjasamanya dengan SKY Perfect JSAT ini. Bisa saja saling tukar kapasitas. Masalahnya kita kan butuh filling KU-Band,” ungkap President Director & CEO Indosat Alexander Rusli, kemarin.

Diungkapkannya, setelah menandatangani MoU dengan SKY Perfect JSAT pada Juni lalu. Sekarang dilanjutkan dengan rapat-rapat koordinasi di Tokyo maupun Jakarta untuk mewujudkan perjanjian.

Sekadar diketahui, SKY Perfect JSAT Corporation  juga telah bekerjasama dengan Lippo Group dalam pengoperasian satelit Lippo Star 1 (KU Band MPEG4) yang diluncurkan tahun lalu di French Guiana untuk siaran BigTV. SKY Perfect  JSAT Corporation memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 50,083 miliar.

Diharapkannya, adanya kerjasama dengan SkyPerfect JSAT  maka Indonesia akan memiliki akses terhadap filing Ku-Band, sehingga dapat memenuhi kekurangan frekuensi untuk penyiaran di Indonesia, dan lebih jauh, akan membantu Pemerintah dalam melaksanakan program-program terkait dengan digital dividend untuk meningkatkan penetrasi broadband yang terjangkau di Indonesia.

Diungkapkannya, sebelumnya Indosat telah terlebih dulu  menandatangani perjanjian awal dengan Orbital Sciences.  Orbital Sciences Corporation adalah perusahaan dari Amerika Serikat yang digandeng Indosat untuk proses desain, produksi dan peluncuran satelit Palapa-E pada 2016 nanti.

Orbital juga tengah mencarikan fasilitas kredit ekspor bagi pendanaan satelit Palapa-E karena Indosat hanya mampu menalangi dari dana internal sekitar US$ 50 juta  dari total investasi sekitar US$ 200 juta hingga US$ 250 juta.

Perjanjian antara Indosat dan Orbital merupakan bagian dari kontrak yang akan ditandatangani, dan disaksikan bersama oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kerjasama kami dengan Orbital Sciences akan memastikan bahwa satelit yang baru akan diluncurkan dalam waktu 26 bulan sejak kontrak ditandatangani. Dengan demikian satelit sudah akan berada di orbit dalam waktu yang cukup sebelum deadline International Telecommunication Union (ITU)," katanya.

Penyewa
Lebih lanjut Alex mengungkapkan beberapa calon pelanggan potensial dari sektor keuangan, telekomunikasi maupun penyiaran, telah menyatakan minatnya untuk menggunakan satelit Palapa-E  tersebut.

"Selain itu kami juga mempersiapkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan transponder bagi pemerintah maupun lembaga-lembaga pemerintah lainnya," tuturnya.

Dikatakannya, perseroan   telah menyerahkan rencana konkret pemanfaatan slot orbit satelit 150.5BT kepada pemerintah dan meyakini pemerintah akan konsisten menjaga iklim investasi di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Rencana kongkret itu dikirimkan  kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada 20 September lalu perihal Laporan Kemajuan Rencana Peluncuran Satelit PALAPA E pada Slot Orbit 150.5BT. Kabarnya laporan itu sudah masuk ke Kemenkominfo pada Rabu (25/9) kemarin.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year