Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Kemenkominfo Terbuka Kaji Ulang Jadwal Migrasi Blok 3G

6:23:56 | 24 Jul 2013
Kemenkominfo Terbuka Kaji Ulang Jadwal Migrasi Blok 3G
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka peluang untuk mengaji ulang jadwal migrasi blok 3G di area yang rentan interferensi agar tidak menganggu kualitas layanan.

“Masalah jadwal pre migrasi atau migrasi masih bisa direview jika memang kendalanya sangat akut,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto kepada IndoTelko, Rabu (24/7).

Gatot dimintai tanggapannya terkait keluhan Axis yang menurun kualitas layanan sebagai dampak proses migrasi blok frekuensi 3G dari blok nomor dua dan tiga ke nomor 11 dan 12 dimana 50% BTS 3G milik anak usaha Saudi Telecom Company (STC) itu terkena interferensi dari sinyal PCS 1.900 milik Smart Telecom.

Pada tahap proses pra-migrasi dilakukan, jaringan Axis mengalami interferensi yang membahayakan di blok 11 dan 12 yang terjadi di wilayah Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta sehingga berdampak pada terjadinya penurunan kualitas layanan yang signifikan.

Axis sudah memulai proses pre-migrasi sejak 30 Mei 2013 dan menurut jadwal harus selesai pada 28 Juli 2013.Tahapan pre migrasi yaitu operator mengukur dan mengidentifikasi apakah ada gangguan atau tidak.

Saat ini proses yang baru rampung di  Sumatera Barat dan Kepulauan Riau yang melibatkan 150 BTS 3G. Sementara untuk Balikpapan masih dilakukan monitoring kualitas dan stabilitas layanan setelah baru rampung proses migrasi.

Menurut Gatot, hal yang dialami Axis sebetulnya itu tidak perlu terlalu buruk terjadi jika operator tersebut konsisten baik dari aspek waktu, proteksi migrasinya, dan antisipasi terhadap kemungkinan interferensinya.

“Tetapi,  anyway itu akan menjadi salah satu bahasan khusus saat Pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), pagi ini,” katanya.   

Sebelumnya, Chief Technology Officer Axis  Michael McPhail mengungkapkan, lebih dari 50% BTS 3G di Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta terkena dampak interferensi dari PCS 1.900.

Saat ini  tim teknis perseroan  terus berusaha untuk mengatasi penurunan kualitas layanan yang terjadi dan sedang melakukan final assessment dari dampak yang ditimbulkan.

Pada tahap proses pra-migrasi dilakukan, jaringan Axis mengalami interferensi yang membahayakan di blok 11 dan 12 yang terjadi di wilayah Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta sehingga berdampak pada terjadinya penurunan kualitas layanan yang signifikan.

Mengikuti prosedur yang disebutkan dalam PM.19/2013, Axis telah melaporkan interferensi berbahaya yang ditemukenali di wilayah-wilayah tersebut, namun masih belum mendapatkan solusi menyeluruh dari instansi-instansi terkait.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year