Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

BlackBerry Diminta Menjaga Kualitas Layanan Sambut Lebaran

13:12:51 | 23 Jul 2013
BlackBerry Diminta Menjaga Kualitas Layanan Sambut Lebaran
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta BlackBerry untuk menjaga kualitas layanan BlackBerry Internet Service (BIS) dalam menyambut Lebaran mendatang.

“Pejabat BlackBerry Indonesia sudah mendatangi Kemenkominfo menjelaskan kejadian tumbangnya jaringan yang terakhir. Kami minta itu menjadi kejadian yang terakhir dimana pelanggan seperti mencari tahu sendiri masalah yang dihadapinya,” tegas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto kepada IndoTelko, kemarin.

Diungkapkannya, tumbangnya jaringan BIS dikarenakan ada konfigurasi yang salah dan komponen yang gagal saat BlackBerry melakukan upgrade sistem untuk maintenance jaringan. Dalam prosesnya terjadi  salah konfigurasi sehingga sistem  tidak berjalan dengan baik, dan hanya terjadi di Indonesia.   

“Kami minta jelang Lebaran nanti tidak ada dulu upgrade jaringan karena masyarakat sudah terbiasa berkirim pesan ucapan selamat Lebaran melalui BlackBerry Messenger (BBM). Ini kami wanti-wanti, karena kalau tumbang lagi, kita akan serius terkait sanksi,” katanya.

Sebelumnya, Director Government Relations BlackBerry Indonesia Kusuma Lienandjaja mengakui sudah bertemu dengan pihak pemerintah untuk menjelaskan masalah tumbangnya jaringan BIS belum lama ini.

“Kami akan lebih intens berkomunikasi dan memberitahu lebih cepat setiap masalah di masa depan ke pemerintah nantinya,” katanya.

Saat ini BlackBerry  memiliki sekitar 80 juta pelanggan di seluruh dunia, dimana 15 juta di antaranya datang dari Indonesia.

Di Indonesia  BlackBerry bermitra dengan tiga distributor yakni  TAM, Comtech, dan SCM. Saat ini telah dibangun 56 lokasi BlackBerry Expert Center di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara operator yang menjadi mitranya diantaranya Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Axis, dan Smartfren.

BlackBerry tengah mengalami tekanan kinerja keuangan sehingga terpaksa menutup sekitar 14 pabriknya termasuk di Malaysia.  Saat ini pabrik BlackBerry tersisa di Taiwan, Mexico, dan Hungaria.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year