telkomsel halo

Kemenkominfo Jajal WiFi di Armada Garuda

11:50:35 | 07 Jul 2013
Kemenkominfo Jajal WiFi di Armada Garuda
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjajal kemampuan akses internet melalui WiFi di armada Boeing 777-300ER milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Sabtu (6/7) kemarin.

“Kita melakukan uji perangkat dan Uji Laik Operasi di B777-300ER milik Garuda bersamaan dengan Joy Flight rute Jakarta –Denpasar, kemarin,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto ketika dihubungi, Minggu (7/7).

Diungkapkannya, tim Kominfo  telah melakukan pengecekan terhadap fisik perangkat, pengukuran sinyal terhadap access point dan BTS pico seluler-nya di GSM 1800 dimana seluruh perangkat yang diuji telah berfungsi dengan baik.

Pada saat pengujian dan pengetesan penggunaan wifi tidak diketemukan adanya gangguan interferensi, baik interferensi terhadap saluran komunikasi yang digunakan oleh cockpit maupun terhadap penggunaan kanal frekuensi yang lain.

Dari pengetesan ditemukenali layanan telekomunikasi yang menggunakan wifi hanya boleh digunakan pada saat pesawat di atas ketinggian 10.000 kaki. Artinya, tetap dilarang menggunakan wifi pada saat take off maupun landing.

Layanan berbasis wifi yang boleh digunakan antara lain adalah untuk browsing internet, social network, email dan instant messaging.

Sedangkan layanan telekomunikasi dalam bentuk voice belum  diperkenankan, meskipun saat pengujian telah dapat dilakukan percakapan via telepon. “Soal mau menyelenggarakan suara itu  sepenuhnya tergantung keputusan manajemen  Garuda,” katanya.

Proses
Dikatakannya, Kementerian Kominfo akan segera memproses seluruh kelengkapan dokumen administrasi secepatnya mengingat pada tanggal 9 Juli pesawat tersebut akan digunakan untuk penerbangan Jakarta - Jeddah, maka pada saat itu akan dilakukan pengujian perdana pada penerbangan komersialnya.

Garuda sendiri nantinya dalam penyelenggaraan layanan ini diposisikan sebagai pengguna karena tidak menyediakan jasa. Pasalnya, infrastruktur menggunakan milik TelkomGroup. Namun, Garuda tetap akan bertanggungjawab sebagai administrasi jika ada keluhan pengguna.

“Hal yang harus diingat adalah meskipun hasil uji coba di pesawat Boeing 777-300ER telah berjalan dengan baik, namun bukan berarti penggunaan wifi diperbolehkan juga pada jenis pesawat lain milik  Garuda, karena tetap memerlukan pengujian secara komprehensif. Kami akan bersikap adil dan terbuka pada setiap maskapai penerbangan apapun sejauh seluruh ketentuannya dipatuhi tanpa toleransi sedikitpun,” katanya.
   
Sekadar catatan, Garuda memesan 10 unit armada Boeing 777-300ER ini untuk penerbangan jarak jauh non stop.Tahun ini akan datang 4 unit, tahun depan 3 unit, dan 2015 ada 3 unit.

Armada Boeing 777-300 ER memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang dengan konfigurasi 8 kursi untuk first class, 38 kursi untuk business class dan 268 kursi untuk economy class.

Usai 19 Agustus pesawat ini akan melayani rute Tokyo pada 19 September nanti, setelah itu pada 15 november  akan melayani rute Sydney-Jakarta-London.
 
Sebelumnya, Direktur Layanan Garuda Indonesia Faik Fahmi mengatakan layanan akses WiFi akan diutamakan bagi penumpang di kelas utama, sementara bagi penumpang yang duduk di kelas ekonomi dipastikan membayar akses internet.

“Kita juga tak bisa memberikan akses WiFi itu ke semua penumpang karena ada kapasitasnya. Makanya kita banderol harga untuk menjaga kelonggaran,”jelasnya.
 
Garuda dikabarkan  menyiapkan  investasi sekitar  US$ 17,5 juta guna membeli perangkat teknologi telekomunikasi di pesawat. Alatnya sendiri diperkirakan seharga   US$ 250 ribu.

Pesaing Garuda,  Batik Air juga menyiapkan  senilai  US$ 3 juta sampai US$ 4 juta   untuk pengadaan WiFi di armadanya.Kedua maskapai ini menggandeng Telkom group sebagai operator telekomunikasinya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year