telkomsel halo

Produk Kreatif Berbasis TI Tumbuh 10%

10:13:29 | 07 Jul 2013
Produk Kreatif Berbasis TI Tumbuh 10%
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Produk kreatif berbasis Teknologi Informasi (TI) diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 10% setiap tahunnya di Indonesia dengan adanya dukungan dari pemerintah untuk berkembang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengungkapkan, pada 2012 sumbangan produk kreatif TI sekitar 3%-4% dari total pendapatan industry kreatif nasional.

“Produk kreatif disini diantaranya piranti lunak (software), layanan komputer, dan interactive games. Sekarang banyak pengusaha muda bermain di sektor ini sehingga diestimasi bisa tumbuh 10% per tahun,” ungkapnya, belum lama ini.

Mengutip  data  2012,  nilai ekonomi kreatif berbasis multimedia dan internet Rp 288 miliar dari total Rp 573,9 miliar. Jumlah usaha ekonomi kreatif di multimedia dan internet 1,22 juta usaha dari total 5,4 juta usaha kreatif. Sementara tenaga kerja ekonomi kreatif berbasis multimedia dan internet mencapai 4,8 juta dari total 11,8 juta pekerja ekonomi kreatif.

Sementara Ketua Umum  Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa mengungkapkan,  pengembang konten mengambil jatah nilai bisnis layanan data hingga 35% sementara  operator telekomunikasi sebagai penyedia jaringan hanya di kisaran 25%.
 
"Pengembang konten memiliki margin besar karena dari sisi investasi  tidak terlalu besar dibandingkan industri telekomunikasi yang harus membangun infrastruktur seperti BTS dan kabel serat optik," ujarnya.

Dukungan Pemerintah
Diungkapkannya, pemerintah terus memberikan dukungan bagi sektor ekonomi kreatif berkembang dengan  menjalin komunikasi  ke pemerintah daerah yang meninati daerahnya agar dapat mengembangkan konten kreatif, layaknya Silicon valley.

“Membangun ekonomi kreatif jika melihat negara yang sukses dengan mengedepankan nuansa lokal. Kita sedang adopsi pola itu,” katanya.  

Menurutnya, saat ini  terdapat lima isu utama pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Pertama masalah pengembangan sumber daya manusia kreatif, yang memerlukan wadah berupa komunitas kreatif. kedua, membangun sarana dan prasarana hulu ke hilir untuk pengembangan industri kreatif.

Ketiga, akses ke pembiayaan. Keempat, akses ke pasar. Dan kelima, akses kelembagaan."Kami menghimbau agar pelaku ekonomi kreatif membentuk komunitas agar dapat berinteraksi dan memberikan masukan ke pemerintah," sarannya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year