Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Perangkat Tak Bersertifikat Masih Banyak Beredar

10:43:54 | 28 May 2013
Perangkat Tak Bersertifikat Masih Banyak Beredar
Suasana sidak Kemenkominfo di Bali (Kemenkominfo.go.id)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih banyak menemukan perangkat tak bersertifikat beredar di sentra perdagangan alat dan perangkat telekomunikasi.

“Hasil sidak di Bali, khususnya di Denpasar, Badung pada  22 Mei lalu menemukenali banyaknya barang tak berlabel dan bersertifikat diperjualbelikan,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto dalam siaran tertulisnya, kemarin.

Diungkapkannya, sebelum ini operasi serupa telah berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 Maret 2013 dan juga ditemukan banyak perangkat tak bersertifikat.

“Dalam operasi penertiban di Bali tersebut telah disita sebanyak 10 unit alat dan perangkat telekomunikasi dari berbagai merk, type dan model guna proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Padahal, masalah sertifikasi sudah diatur dalam  UU Telekomunikasi, PP Penyelenggaraan Telekomunikasi, dan Peraturan Menteri Kominfo No. 29/PER/M.KOMINFO/8/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

Ketiga regulasi tersebut pada intinya menyebutkan, bahwa seluruh perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, digunakan, dan atau diperdagangkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku, dalam hal ini adalah persyaratan adanya sertifikasi perangkat telekomunikasi.

Sekadar diketahui, dalam periode Januari-April 2013 pemerintah telah mencatat proses pendaftaran hanya untuk perangkat ponsel impor yang akan masuk Indonesia sebanyak 20 juta unit.          

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)  terdapat  4.000 ton ponsel yang diimpor selama Januari-Maret 2013 atau senilai US$ 649,6 juta.
Selama tahun 2012 (Januari-Desember) impor ponsel adalah senilai US$ 2,5 miliar atau Rp 25,2 triliun.  

Ponsel asal China tercatat impor sebesar 3.156 ton atau senilai US$ 328,8 juta atau Rp 3,2 triliun. Artinya lebih dari 50% ponsel yang beredar di Indonesia merupakan produk dari negeri tirai bambu.

Selain China ada ponsel asal Vietnam juga masuk sebesar 314 ton atau US$ 102,1 juta. Meksiko sebesar 106 ton atau US$ 75,1 juta, Taiwan 109 ton atau US$ 70,4 juta, India 228 ton atau US$ 28,1 juta.(ct)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC