Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Monetisasi WiFi ala Telkom

10:47:49 | 27 May 2013
Monetisasi WiFi ala Telkom
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada tahun ini menargetkan akan membangun sekitar sejuta titik WiFi dan di 2015 diharapkan sebanyak 10 juta WiFi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyelimuti seluruh wilayah Indonesia.

Banyak kalangan terkejut dengan aksi dari Telkom ini, terutama masalah monetisasi dari WiFi yang telah terpasang. Pasalnya, investasi untuk menyediakan WiFi tidaklah murah. Simak data yang disajikan untuk program penyediaan WiFi di sekolah-sekolah yang dikenal dengan nama  Indonesia Digital School (IndiSchool).

Diperkirakan satu sekolah untuk bisa terkoneksi internet via WiFi membutuhkan investasi sekitar Rp 10 juta – Rp 15 juta. Artinya, jika Telkom pada tahun ini ingin 100 ribu sekolah pada akhir tahun ini memiliki akses WiFi, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun.

Saat ini dari program Indonesia WiFi (WiFi@id) sudah terpasang sekitar 40 ribu  access point dengan kapasitas bandwidth per hari  11,4Tb  Terrabyte. Sedangkan  trafik  durasi per session sekitar 116,7 menit per session dimana  volume per session di kisaran 40,7Mb dengan 300 ribu hit per hari.

Akses wifi@id dapat dinikmati melalui 4 produk Telkom, yaitu melalui Telkomsel, Flexi, Speedy dan Speedy Instan Card. Tarif Speedy Instan Card  untuk masyarakat umum adalah Rp 5.000/hari, sedangkan khusus bagi komunitas pendidikan/sekolah tarif berlaku tarif Rp 1.000/hari.

Untuk program IndiSchool yang merupakan bagian dari Wifi@id Telkom telah menggelar sebanyak 10.898 titik WiFi.  Sebanyak 6.200 titik atau 57%

Tumbuh
Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengungkapkan, populasi pengguna Indischool secara nasional tumbuh sebesar 89%  pada Mei 2013 dibandingkan dengan populasi sampai dengan April 2013.

Rata-rata pertumbuhan hit pengguna IndiSchool sampai dengan April 2013 adalah 87% sementara total hit dari pengguna IndiSchool sampai dengan Mei 2013 adalah sebanyak 2,67 juta hit sehingga diestimasikan akan tumbuh 112% pada akhir Mei 2013.

Rata-rata hit per hari meningkat tajam pada Mei 2013 sebesar 88 ribu hit per hari dari rata-rata kuartal 1 sebesar 13.000 hit per hari. Sementara dilihat dari sisi volume, rata-rata volume yang digunakan oleh pengguna IndiSchool per hari pada Mei 2013 adalah  3.875Gb atau tumbuh 242% dari total volume yang dikonsumsi per hari pada bulan sebelumnya, yakni 1.133 Gb.

Direktur Enterprise & Wholesale Telkom  Muhammad Awaluddin mengungkapkan profil pengguna dari IndiSchool didominasi sekitar 70%-80% dari pengguna yang mengeluarkan biaya akses Rp 1.000 per  hari.

“Kalau dihitung kisarannya dari akses dapat omzet Rp 40 juta per hari. Tetapi jangan lihat omzetnya, soalnya ini baru tahap pertama dari pengembangan IndiSchool,” jelasnya.

Monetisasi
Awaluddin mengungkapkan, setelah  IndiSchool menembus angka lebih dari 10.000 sekolah tahapan kedua adalah Telkom akan membangun  education cloud (Edu-Cloud) yang sifatnya public cloud. Perseroan rencananya akan meluncurkan Indonesia Cloud of Knowledge pada Juni 2013.

“Strategi Telkom mengembangkan IndiSchool  melalui  3C yakni Connectivity, Content, dan Community. Kami melihat tahap kedua sudah bisa digarap karena jumlah connectivity  memadai. Kita targetkan ada seribu konten pendidikan yang masuk nantinya hingga akhir 2015. Sementara untuk komunitasnya ada satu juta pengguna melalui super portal IndiSchool Smart Community,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam mengembangkan konten Telkom terbuka bekerjasama dnegan  application provider maupun content provider. Pembagian pendapatan yang ditawarkan adalah 70% untuk mitra, sisanya untuk Telkom.  Opsi lain adalah transactional based revenue sharing

“Investasi untuk pengembangan konten sudah in place karena Telkom menyiapkan  cloud services  seperti  IaaS dan PaaS,” katanya.     

Menurutnya, jika  tiga  tahapan tadi dijalankan, maka  proses kapitalisasi atau monetizing dari IndiSchool dapat berjalan maksimal. “Salah satu yang kita akan jalankan di IndiSchool itu adalah advertising,” katanya.

Diperkirakannya,  periklanan  akan   memiliki potensi margin besar karena revenue lebih besar sementara cost lebih kecil. Pendapatan dari  advertising bisa didapat bahkan sebelum user mengakses IndiSchool.

“Kita nanti akan permudah cara mengakses dimana nomor induk sekolah (NIS) bisa menjadi regstrasi user,” katanya

Jika disimak aksi Telkom dengan membuka akses WiFi bagi publik ini  bisa dikatakan lumayan cerdik dimana dalam satu pukulan empat tujuan tercapai yakni retensi pelanggan, peningkatan citra korporat, tambahan omzet, dan mendapatkan pelanggan masa depan dari anak-anak sekolah yang telah terbiasa dengan produk Telkom.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year