Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Operator Disarankan Kaji Ulang SLA dengan BlackBerry

7:12:01 | 16 May 2013
Operator Disarankan Kaji Ulang SLA dengan BlackBerry
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  – Operator yang menjadi mitra  BlackBerry disarankan untuk mengaji ulang Service Level Agreement (SLA) dengan perusahaan asal Kanada itu untuk menghindari kerugian akibat penurunan kualitas layanan.

“Kejadian tumbangnya layanan BlackBerry pada Minggu (12/5) hingga  Senin (13/5) lalu harus dijadikan momentum oleh para operator untuk meningkatkan daya tawar ke BlackBerry. Minta SLA dinaikkan agar lebih berkualitas. Soalnya Indonesia ini adalah masa depan dari pasar BlackBerry,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi  Indonesia (BRTI) M. Ridwan Effendi di Jakarta, kemarin.

Diungkapkannya, belajar dari kejadian akhir pekan lalu dimana BlackBerry sendiri baru mengetahui jaringannya bermasalah seusai adanya keluhan dari operator  tentu sesuatu yang sangat disayangkan.

“Kita sudah panggil  operator kemarin, ternyata BlackBerry itu tak sadar jaringannya bermasalah. Tahunya dari operator. Ini kan konyol sekali,” sesalnya.

Menurutnya, kejadian itu harus diambil hikmahnya oleh para operator dengan meminta menaikkan SLA ke  BlackBerry. “SLA sekarang tak berimbang. Kalau ada masalah seperti kemarin, yang disasar pelanggan itu operator,” jelasnya.

Terkait dengan posisi dari regulator sendiri, prinsip memandang BlackBerry seiring keluarnya Peraturan Pemerintah Tentang Sistem Transaksi Elektronik (PP PSTE) maka perusahaan asal Kanada itu harus memiliki domestic routing di Indonesia. “Kalau bicara domestic routing, tentu servernya harus di sini,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui akan meminta BlackBerry meningkatkan kualitas layanan ke operator di Indonesia jika mau tetap bertahan di pasar smartphone.

“BlackBerry harus meningkatkan kualitas layanannya, kalau tidak penjualannya akan terus turun. Dulu mereka menguasai 60% penjualan smartphone di Indonesia, sekarang tinggal 38%. Selain itu jika tidak dinaikkan SLA,  kasihan pelanggan,” tegasnya.(ct)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC