Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Qualcomm akan Bantu Ponsel Lokal

10:43:20 | 03 May 2013
Qualcomm akan Bantu Ponsel Lokal
Suasana Peresmian kantor Qualcomm Indonesia (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) –Qualcomm berjanji akan membantu perkembangan ponsel lokal untuk bisa bersaing dengan merek global di pasar Indonesia.

“Kami akan bantu merek-merek lokal untuk berkembang, selain terus bekerjasama dengan mere-meek global,” ungkap Presiden Qualcomm Incorporated untuk Asia Tenggara dan Pasifik John Stefanac di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, cara membantu ponsel lokal melalui  Qualcomm Research Development (QRD) yang berbasis di China. QRD merupakan tempat untuk membuat prototipe smartphone sehingga pemilik ponsel  lokal dapat memilih langsung produk yang sesuai dengan target pasarnya.

Menurutnya, QRD ini akan  membantu vendor lokal untuk menciptakan produk sesuai dengan keinginan sehingga dapat mendorong vendor lokal untuk masuk ke pasar cepat dengan harga tetap rendah.

"Jadi, pemilik merek lokal di Indonesia tak perlu  membuat prototipe sendiri. Dalam dua hingga tiga tahun ini, kami push penjualan produk ke private brand melalui QRD," jelas Stefanac.

Country Manager dan Senior Director & Business Development Qualcomm Indonesia Ben Siagian mengungkapkan, sat ini perseroan tengah bekerjaasma dengan  berbagai perusahaan lokal dalam mengembangkan industri ponsel dalam negeri, di antaranya merek Cross, Mito, Polytron melalui PT Hartono Istana Teknologi, dan Smartfren.

“Kami akan  mendukung penuh pengembangan ponsel pintar produk lokal yang berharga di bawah Rp 1 juta. Ditambah masifnya pembangunan jaringan3G oleh operator dan dukungan pemerintah membangun ekosistem, ini semua bisa diwujudkan. Dalam 2–3 tahun ini kami terus mendorong penggunaan produk hasil QRD ini ke merek lokal,” katanya.

Menurutnya, smartphone memiliki prospek yang cerah di Indonesia dimana pada 2012 sebanyak 13 juta ponsel pintar terjual, sedangkan tahun ini diprediksi menjadi  di atas 20 juta unit.

Stefanac menambahkan, Indonesia memiliki potensi lebih besar dalam industri  berbasis perangkat lunak ketimbang fokus pada pembangunan industri perangkat keras.

Pemerintah sendiri melalui  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan komponen lokal sudah terdapat pada perangkat seluler bermerek lokal Indonesia pada 2016 nanti.(ak)   

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC