telkomsel halo

Stock Split Saham Telkom Diperkirakan akan Mulus

11:27:12 | 23 Apr 2013
Stock Split Saham Telkom Diperkirakan akan Mulus
Dahlan Iskan (DOK)
JAKARTA (IndoTelko) – Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk memcah nilai nominal saham (Stock Split) diperkirakan akan mulus mengingat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham mayoritas   mendukung dan akan menyetujui rencana tersebut.

“Terus-terang rencana itu saya baru dengar.  Tetapi, jika dilihat aksi itu normal saja karena  harga saham Telkom memang sudah terlalu mahal. Dulu kan Semen Gresik (sekarang Semen Indonesia) juga melakukan hal sama (stock split) walaupun pada akhirnya sahamnya menjadi mahal lagi," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika aksi stock split tidak dilakukan bisa berdampak pada nilai transaksi perdagangan saham BUMN Halo-halo itu  menurun.

"Biasanya kalau harga saham terlalu kecil, transaksi perdagangannya kecil. Normal itu bagi perusahaan yang harga sahamnya sudah terlalu mahal dilakukan stock split. Soal mekanismenya  saya serahkan sepenuhnya pada korporasi," jelasnya.   

Secara terpisah, menurut Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere  stock split secara fundamental tidak memiliki pengaruh apapun di pasar. Namun, likuiditas dari saham akan meningkat.  

Dijelaskannya, saham sektor telekomunikasi memang tengah menggeliat setelah tidur lumayan lama. “Apalagi Telkom sudah mengumumkan beberapa rencana aksi korporasi. Ini tentu membuat investor melirik ke sahamnya,” katanya.  

Dikatakannya, hal yang terjadi ke saham Telkom jika stock split dilakukan adalah jumlah saham beredar makin banyak namun untuk nilainya kembali naik tergantung kepada kondisi pasar.   

Saham dengan kode TLKM ini pada perdagangan Senin (22/4) ditutup di Rp 12.000 per lembar saham. Banyak kalangan menilai pendorong terus kuatnya saham Telkom karena adanya rencana melepas saham treasuri hasil aksi buy back sejak tahun 2005-2012.

Tahap I pelepasan saham ini akan berlangsung pada Agustus 2013. Perseroan telah melakukan buy back sejak 2005. Jumlahnya mencapai 1,01 miliar lembar saham. Untuk tahap pertama saham yang akan dilepas adalah sebanyak 211,3 juta lembar saham dengan nilai Rp 1,8 triliun.

Ada lima opsi untuk buy back tahap pertama ini, yaitu cancellation, penjualan ke pasar, placement, MESOP, atau dengan penerbitan obligasi yang dapat dikonversi ke saham.

Terkait dengan rencana Stock Split, Direktur Utama Telkom Arief Yahya belum lama ini menjelaskan untuk adanya  likuiditas, ketersediaan (affordability) dan persepsi bagi investor di pasar saham.

Rencananya saham perseroan akan dipecah menjadi lima. Artinya satu lembar saham perseroan akan ditukar menjadi lima lembar saham.

Saat ini jumlah saham yang beredar sebanyak 80 miliar lembar saham. Sedangkan dengan adanya pemecahan saham ini jumlah saham akan bertambah menjadi 400 miliar lembar saham.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year