telkomsel halo

Telkom akan Lakukan Stock Split

12:48:27 | 20 Apr 2013
Telkom akan Lakukan Stock Split
Ilustrasi (DOK)
JAKARTA (IndoTelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana   melakukan pemecahan saham (stock split) agar harganya bisa lebih terjangkau oleh para investor.

Sekadar catatan, mulai 1 Maret 2013 saham Telkom menembus Rp 10 ribu  dan terus menunjukkan pertumbuhan 54% sejak Desember 2011. Pada Jumaat (19/4) saham dengan kode TLKm  ini ditutup di kisaran Rp 11.700.

“Kami akan lakukan stock split agar ada  likuiditas, ketersediaan (affordability) dan persepsi," jelas Direktur Utama Telkom Arief Yahya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, harga yang ada sekarang adalah harga psikologis seiring berhasil  menembus level Rp 10 ribu.  Rencananya saham perseroan akan dipecah menjadi lima. Artinya satu lembar saham perseroan akan ditukar menjadi lima lembar saham.
 
Dengan rasio 1:5, maka nominal saham yang semula Rp 250 menjadi Rp 50 per saham. Saat ini jumlah saham yang beredar sebanyak 80 miliar lembar saham. Sedangkan dengan adanya pemecahan saham ini jumlah saham akan bertambah menjadi 400 miliar lembar saham.

Namun perseroan masih menunggu keputusan Kementerian Negara BUMN terkait pemecahan saham ini. Opsi lain yang dilakukan perseroan adalah dengan melepas treasury stock.

Direktur Keuangan Telkom Honesti Basyir mengatakan perseroan telah melakukan buy back sejak 2005. Jumlahnya mencapai 1,01 miliar lembar saham. Perseroan akan melepas kembali saham yang telah dibeli tersebut secara bertahap.

"Untuk tahap pertama saham yang akan dilepas adalah sebanyak 211,3 juta lembar saham dengan nilai Rp 1,8 triliun," ujar Honesti.

Pelepasan saham buy back tahap pertama akan jatuh tempo pada Agustus 2013. Ada lima opsi untuk buy back tahap pertama ini, yaitu cancellation, penjualan ke pasar, placement, MESOP, atau dengan penerbitan obligasi yang dapat dikonversi ke saham."Kelima opsi terbuka untuk dijalankan," kata Honesti.

Dividen
Terkait dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Arief mengungkapkan, pemegang saham  menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp7,1 triliun atau sebesar minimal Rp 369,1 per lembar saham.

Dividen sebesar Rp7,1 triliun tersebut dibayarkan dari 55%  laba bersih tahun 2012 yang mencapai Rp12,9 triliun.
Dividen yang dibayarkan dilakukan berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan perseroan, dan tidak termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan pada saat pelaksanaan RUPST, yaitu sebanyak 19,1 miliar lembar saham.
 
Spesial dividen tunai dialokasikan sebesar 10 persen dari laba bersih, atau sejumlah Rp1,3 triliun, atau minimal sebesar Rp67,1 per lembar saham.
 
Selain itu RUPS juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp4,5 triliun yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha perseroan.

Adapun agenda lainnya adalah penambahan anggota dewan komisaris, dengan mengangkat Gatot Trihargo sebagai  komisaris wakil pemerintah yang ditempatkan di Telkom. Gatot Trihargo juga merupakan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN RI.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year