Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Telkom Genjot Bisnis Microfinance

16:15:08 | 25 Mar 2013
Telkom Genjot Bisnis Microfinance
Suasana Peluncuran IndiFinance (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  –  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan menggenjot layanan microfinance melalui program Indonesia Digital Finance (IndiFinance) sepanjang 2013.

“IndiFinance akan mensinergikan layanan microfinance yang selama ini dimiliki oleh Telkom,”ungkap Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (25/3).

IndiFinance adalah aksi perseroan  mengintegrasikan 100 ribu outlet dari para pelaku bisnis ke dalam platform yang telah dibangun untuk transaksi keuangan secara elektronik. Pelaku bisnis disini dapat dikelompokkan ke dalam tiga pilar besar yakni Biller, Merchant, dan Channel (BMC).

Biller adalah penyedia jasa yang pada umumnya menagihkan biaya penggunaan jasanya kepada pelanggannya secara bulanan seperti PLN,PDAM, PGN, dan lainnya. Saat ini Telkom baru memiliki 26 biller dan ditargetkan menjadi 500 biller.

Merchant adalah penyedia barang atau jasa yang bertransaksi dengan para pembelinya sewaktu-waktu seperti toko, apotik, restoran, dan lainnya. Saat ini Telkom baru memiliki 40 merchant dan ditargetkan menjadi 5 ribu merchant.

Channel adalah mitra pengelola outlet layanan pembayaran maupun kirim uang secara elektronik seperti dari koperasi, toko retail modern, dan lainnya.  Saat ini Telkom memiliki 26 ribu channel dan ditargetkan menjadi 94.500 channel

“Ketiga pilar ini kami sebut sebagai Electronic Delivery Channel. Sampai saat ini sudah ada sekitar 26 ribu Electronic Delivery Channel yang bergabung dengan Telkom. Kita bidik jadi 100 ribu mitra agar transaksi naik dari 20 juta menjadi 40 juta transaksi per bulan,” jelasnya.

Diungkapkannya, perseroan menginvestasikan dana sebesar  Rp 30 miliar untuk mengembangkan layanan microfinance yang lebih terkonsolidasi antar anak usaha. “Fokusnya menggarap payment dan remitansi. Sedangkan target omzet pada tahun ini sekitar Rp 300 miliar,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sejauh ini   inovasi solusi layanan transaksi keuangan elektronik yang telah dikembangkan Telkom diantaranya layanan remitansi Delima, Payment Point Online Banking (PPOB) untuk pembayaran tagihan maupun pembelian jasa/barang, dan e-money melalui produj Tep-Aja, T-Cash, Flexi Cash, dan M-cash.

Remittance outlet sekarang ada 2 ribu unit dan ditargetkan menjadi 27.750 unit. Sedangkan PPOB sebanyak 24 ribu unit dan ditargetkan menjadi 39.450 unit.

Sedangkan produk baru yang akan meluncur adalah mobile EDC atau layanan jemput bayar yang memudahkan transaksi di  lokasi pelanggan. Mobile EDC diharapkan akan berjumlah 26.300 unit.  Berikutnya ada  e-kiosk atau anjungan transaksi multiguna yang memungkinkan self service untuk berbagai transaksi non tunai seperti pembelian kartu perdana seluler dan lainnya. Diharapkan akan ada seribu unit e-kiosk.

“Kami akan menggandeng berbagai source of fund yakni penyedia kartu debit dan akun virtual elektronik (Electronic Virtual Account/EVA). Kolaborasi yang luas tentu akan semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam transaksi keuangan elektronik,  khususnya microfinance,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain pilar BMC, di dalam program IndiFinance juga termasuk penyediaan aplikasi perbankan seperti BPR satu (Sarana transaksi keuangan terpadu) yakni layanan core banking berbasis cloud bagi BPR. Inovasi terbaru dari layanan ini adalah penambahan pilihan skema bisnis berbasis transaksi yang sangat fair dan menguntungkan bagi BPR karena Pay As You Use (PAYU).

Berdasarkan catatan, bisnis remitansi dan uang digital telah lama digarap Telkom. Misalnya,  Delima  dibangun sejak 2011 dengan investasi sekitar Rp 20- Rp30 miliar.

Harapannya tiga tahun sejak diluncurkan meraih titik impas, namun kenyataan gagal karena mitra cash out terkendala aturan Kegiatan Usaha Penyaluran Uang (KUPU) dari Bank Indonesia. Pada 2012 diperkirakan hanya ada 22 ribu transaksi melalui Delima.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Editorial
Berlomba gelar 5G