telkomsel halo

Pemain CDMA Butuh Transformasi

7:24:46 | 18 Mar 2013
Pemain CDMA Butuh Transformasi
Merza Fachys (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  –  Para pemain berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) mengakui butuh transformasi teknologi agar bisa tetap kompetitif di pasar seluler nasional.

“Transformasi ke teknologi 4G itu bukan hanya hak GSM, kami di CDMA juga butuh,” tegas  Chief Technology Officer  Smartfren  Merza Fachys kala menjadi pembicara di acara 4G: New Tech, New Services, New Needs, belum lama ini.

Menurut Merza, kebutuhan untuk transformasi ke 4G sudah tak dapat dihindari lagi kerena hampir seluruh penyedia jasa seluler sedang melakukan transformasi dari voice centric provider menjadi data centric provider.

Dijelaskannya,  perubahan ini dipicu oleh berkembang pesatnya kebutuhan akan data dalam kehidupan sehari-hari dan juga dampak positif dari berkembangnya teknologi. Hampir seluruh bentuk informasi saat ini sudah tersedia dalam format digital, sehingga mudah di akses melalui jaringan data.

Diharapkannya, transformasi nantinya  mampu menjawab kebutuhan pemakai data, yaitu high speed, full coverage, low latency dan full mobility, yang merata di semua tempat, baik di tempat kerja, di jalan maupun di tempat tinggal.

Diungkapkan Merza, teknologi CDMA yang saat ini diimplementasikan oleh Smartfren sudah sampai pada 1X Advance dan DO Advance, yang sesudah itu belum ada lagi teknologi kelanjutannya dari CDMA.

"Kami ini kalau bicara teknologi lanjutan sudah mentok. Kita pernah tanya ke CDMA Development Group, setelah ini apa lagi teknologinya? Ternyata tidak ada. Jadi sekarang bisa dibilang Smartfren ini operator CDMA paling advanced karena yang lain sudah tidak ada lagi,” katanya.

Dikatakannya, belajar dengan aksi yang dilakukan operator Sprint di AS, maka langkah yang diambil selanjutnya oleh Smartfren adalah migrasi ke Long Term Evolution (LTE).  “Kita mengharapkan pemerintah bisa memfasilitasi konsolidasi di frekuensi CDMA agar LTE itu bisa terwujud,” katanya.

Tambah Jaringan
Secara terpisah, Corporate Secretary Smartfren James Wewengkang dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu mengungkapkan, perseroan  pada tahun ini berencana membangun dua ribu BTS baru.

Dijelaskannya, pembangunan BTS  atau  peralatan pemancar telekomunikasi  diperlukan oleh setiap operator telekomunikasi nirkabel untuk menambah cakupan maupun kapasitas jaringan telekomunikasinya.     

“Karena pertumbuhan pelanggan dan pendapatan yang cukup baik, Perseroan perlu melakukan penambahan jaringan dengan membangun  peralatan pemancar telekomunikasi ini,” jelasnya.

Untuk penempatan BTS yang baru, lanjutnya,  perseroan tidak berencana untuk membangun menara sendiri tetapi akan melakukan penyewaan menara atau tempat kepada perusahaan-perusahaan penyedia menara antara lain  PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo),  PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Perseroan sendiri pada 2011  melakukan pengalihan atau penjualan sebanyak 705 menara telekomunikasi kepada Inti Bangun Sejahtera.  

“Mayoritas  penambahan 1500-2000 BTS pada tahun 2013-2014 akan dilakukan di pulau Jawa dan Sumatera.  Total dana yang diperkirakan adalah sebesar US$ 100- US$150 juta.Pendanaan dari dana internal dan pinjaman dari China Development Bank yang telah dimiliki oleh anak usaha,  PT Smart Telecom,” katanya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year