Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Klik Indonesia Banjir Dukungan

18:22:39 | 25 Dec 2012
Klik Indonesia Banjir Dukungan
Ilustrasi (Dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) – Gerakan untuk meningkatkan akses terhadap konten lokal di internet yang digagas oleh Klik Indonesia terus didukung banyak pihak.

Kali ini,  Ketua Umum Perkumpulan Nama Domian (PANDI) Andi Budimansyah dan Panitia Pelaksana Indonesia ICT Award (INAICTA) 2013, Sellyana Ishak, menyatakan dukungannya terhadap gerakan yang lahir pada 12-12-12.

"Saya melihat program-program KlikIndonesia bagus sekali. Cocok sekali untuk memberikan semangat nasionalisme dengan cara membuat konten-konten khas Indonesia, kami PANDI mendukung sekali gerakan itu," kata Andi.

Andi mengakui semula kurang respek ketika KlikIndonesia memakai nama .org. Namun, akhirnya disadari bahwa mengurus .org memang jauh lebih gampang dibanding or.id.Sebab kalau melalui PANDI harus ada surat-surat pendukung atau minimal pernyataan dari pengurus yang bersangkutan.

Sementara Klik Indonesia hanyalah merupakan gerakan moral bersama yang melibatkan berbagai unsur dari kalangan artis, penggiat iklan, kehumasan (PR), industri konten internet, dan pengusaha Penyedia Jasa Internet (PJI) ada di situ.

Gara-gara memenuhi himbauan beberapa pihak, termasuk beberapa personel PANDI agar memakai .or.id itulah maka akhirnya KlikIndonesia membenahi badan hukum perkumpulannya.

"Saya tahu masalahnya. Tapi PANDI akan membantu dan siap kerjasama dengan KlikIndonesia," tegas Andi.

Diakui semula pihaknya kurang respek melihat nama domainnya saja. Namun setelah mendapat penjelasan pengurus KlikIndonesia, dia menyatakan salut. PANDI mengakui masih banyak situs dengan domain .id tapi ternyata milik asing sepenuhnya. Namun tak bisa berkutik, karena itu peninggalan sejarah.

Pada dasarnya Klik Indonesia dan PANDI sama-sama sepakat dengan gerakan nasionalisme membangun bangsa.

Bila PANDI lebih menekankan pada nama domiannya harus .id. Sedangkan KlikIndonesia jauh lebih luas. Tidak hanya nama domain, tapi lebih dari itu adalah perusahaan yang berbadan hukum Indonesia dan infrastruktur IT-nya ada di Indonesia.

Bila perusahaan memenuhi ketiga hal tersebut, maka akan mendapat bintang maksimal oleh KlikIndonesia. Selanjutnya berdasarkan trafik masing-masing. Mulai tahun depan pemeringkatan akan dilakukan. Bukan tidak mungkin Klik akan menjadi domain sendiri yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dan PANDI.

Sementara pelaksana Indonesia ICT Award (INAICTA) Kominfo Sellyana Ishak  merasa mendapatkan partner yang sejalan untuk menggerakkan konten-konten Indonesia.

Bila di Klik Indonesia lebih konten berbasis internet, sedangkan INAICTA lebih luas yakni termasuk aplikasi dan solusi yang mungkin berjalan di intranet atau di internal komputer/PC perusahaan. namun, kedua sama-sama menekankan karya anak bangsa.

Ketua Umum Klik Indonesia Henri Kasyfi Soemartono mengungkapkan,  tidak hanya dari dua organisasi tersebut, Sedikitnya 10 dukungan melalui email juga datang untuk KlikIndonesia dari berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.  

"Masih banyak email dari daerah, dan juga melalui komentar di FB yang mengajak KlikIndonesia untuk segera turun ke daerah-daerah. Kami akan segera bergerak cepat, agar tidak kehilangan momentum," kata Henri.

Diungkapkannya, saat ini sudah 1200 situs Indonesia yang mendaftarkan di KlikIndonesia. Pemeringkat website internasional besutan Amazone yang memakai teknologi cookies, yakni Alexa.com mencatat posisi KlikIndonesia.org ada di posisi 894 dari sebelumnya di angka 1000 lebih.

Sedangkan di Google Analytic trendnya terus meningkat pengaksesnya. Pengakses terbanyak KlikIndonesia justru bukan dari IP Jakarta tapi dari luar daerah lain yakni Batam, Pontianak, Malang.

Sebelumnya, International Data Corporation (IDC) memperkirakan konten lokal  akan menjadi bintang di tahun 2013 dengan nilai akuisisi atau partnership terhadap start up lokal mencapai US$15 juta hingga   US$17 juta.

IDC  memperkirakan startup yang bisa mengikuti karakter masyarakat Indonesia dan dibuat dengan Bahasa Indonesia lebih diminati investor asing.   

Beberapa jenis startup yang memiliki potensi untuk diajak bermitra  oleh investor asing, menurut IDC, antara lain online game, social media , mobile application dan jual beli online.(ak)  

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma