Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Bisnis Internet

Domain .id Diprediksi Tumbuh 170%

20:29:06 | 23 Dec 2012
Domain .id Diprediksi Tumbuh 170%
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko) – Penggunaan domain .id diprediksi akan meningkat hingga 170% atau menembus 300 ribu domain pada 2013.Sedangkan pada 2012, domain .id tumbuh 62,5% atau mencapai 103.882 domain.

“Pada tahun ini pertumbuhan domain .id menunjukkan prestasi yang memuaskan. Kita ingin prestasi ini dilanjutkan di tahun-tahun mendatang,” kata Ketua Umum  Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, meskipun dari sisi pertumbuhan domain .id menunjukkan angka yang fantastis, tetapi  masih kalah jika dibandingkan Singapura (.sg) dan Malaysia (.my). Hingga akhir 2012, domain .sg yang terdaftar berjumlah 144.591, sedangkan .my mencapai 206.663 domain.

Dijelaskannya, untuk menggenjot penggunaan domain .id pihaknya  telah melakukan  perubahan sistem pendaftaran domain  yang diklaim jauh lebih mudah dari sebelumnya. Selain itu, edukasi juga dilakukan ke masyarakat agar memahami menggunakan  domain .id lebih aman ketimbang menggunakan domain internasional.

“Nantinya, pada 31 Desember 2012, sistem pendaftaran domain .id dari Single Point Registry System (SPRS) sepenuhnya diubah menjadi Shared Registry System (SRS),” katanya.

SPRS adalah sistem yang menggabungkan fungsi registri dengan fungsi registrar.  Perubahan ke sistem SRS ini, menjadikan PANDI tidak lagi melakukan fungsi registrar untuk menjual domain.

Pendaftaran nama domain saat ini dilakukan oleh dua belas mitra registrar PANDI. Sejak 19 Oktober 2012, PANDI tidak lagi menerima pendaftaran nama domain, terkecuali untuk go.id, mil.id, dan net.id.  

Kedua belas  mitra registrar itu meliputi Rumahweb (Yogyakarta), IDwebhost/Jogjacamp Indonesia (Yogyakarta), Core Mediatech (Jakarta), Jetcom Netindo (Jakarta), Jasnita Registri Indonesia (Jakarta), Melsa/PT. Melvar Lintasnusa (Bandung), Jatis Mobile/PT. Informasi Teknologi Indonesia (Jakarta), CBN/PT. Cyberindo Aditama (Jakarta), Garuda Internet/PT. Jupiters Network Indo Teleglobal (Jakarta), Gemilang Ananta (Jakarta), Radnet/PT. Rahajasa Media Internet (Jakarta), dan IM2/PT. Indosat Mega Media (Jakarta)

Selanjutnya, mulai 1 Januari 2013, PANDI tak lagi menerima perpanjangan nama domain yang habis masa berlakunya. Domain yang habis masa berlakunya harus ditransfer dulu ke salah satu registrar sebelum bisa diperpanjang.

Di penghujung 2012, PANDI juga merilis dua Second Level Domain (SLD) baru, yaitu biz.id, dan my.id. Domain biz.id ditujukan untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan my.id untuk pengguna personal atau blogger.
Pendaftaran domain biz.id telah berjumlah 216 domain dan 586 untuk domain my.id.

Pengguna  Internet
Pada kesempatan lain, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan  pengguna internet di Indonesia pada 2012 mencapai 63 juta orang atau mencapai angka penetrasi 24,23% dari total populasi Indonesia.

Survei itu dilakukan selama periode April hingga Juli 2012 di 42 kota dari 31 propinsi di Indonesia.  

Pada 2007 jumlah pengguna internet 20 juta orang, lalu meningkat menjadi 25 juta pada 2008, 30 juta pada 2009, 42 juta pada 2010, 55 juta pada 2011, hingga mencapai 63 juta tahun ini.

Pada 2013,  angka itu diprediksi naik sekitar 30%  menjadi 82 juta pengguna dan terus tumbuh menjadi 107 juta pengguna pada 2014 dan 139 juta pengguna atau 50% total populasi pada 2015.

Survei dengan dua ribu responden yang berusia 12 hingga 65 tahun ini juga mengungkapkan, rentang usia 20 hingga 24 tahun merupakan kelompok pengguna internet tertinggi yang mencapai 15,1% dari populasi.

Profil pengguna internet di Indonesia dikuasai oleh kalangan pekerja sebesar 53,3%, sedangkan sisanya terdiri dari pelajar 16,6%, Ibu rumah tangga 15,3%, mahasiswa 9%, belum bekerja 5,8%.

Perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet adalah smartphone yakni   70,1%, personal notebook 45,4%,  PC rumah 41%, personal netbook 5,6%, tablet 3,4%, dan sisanya yang tidak memiliki perangkat pribadi 1,3%.

Sedangkan alasan utama memilih Penyedia Jasa Internet (PJI) lebih melihat koneksi yang ditawarkan ke pelanggan.

"Masyarakat sekarang ternyata sudah tidak  puas dengan hanya  email dan chatting, tapi juga video streaming. Jika koneksi dari PJI tidak cepat, pelanggan langsung pindah,” ungkap  Kepala Departemen Pendaftaran Internet Nasional APJII Valens Riyadi.

Diungkapkannya, dari 63 juta pengguna internet Indonesia kala memilih PJI yang akan digunakan mempertimbangkan kecepatan akses internet (39.9%), 31,6%  biaya akses internet murah, 11,7%  koneksi tidak sering putus, 6,1% faktor jangkauan jaringan, 3,2%  layanan ISP itu bisa digunakan dimana pun.

Pertimbangan lainnya antara lain paket layanan yang ditawarkan, banyak digunakan orang, teknologi media akses yang digunakan, rekomendasi teman, dan minimal jaringan 3G.

Sedangkan  berbagai alasan pengguna mempertahankan PJI  yang  digunakan, 49,1% tetap bertahan karena koneksi internet yang cepat. Alasan lain antara lain 43,9%  memilih karena biaya internet murah, 28,8%  jaringan luas, 15,7% koneksi stabil, dan 6,8%  karena layanan mudah diakses.

Sementara itu, pengguna yang berpindah ke ISP lain pun memiliki alasan beragam, antara lain 38,8% karena koneksi sering terputus, 36,8% akses lambat, 35,4%  biaya mahal,  dan 8,2%  karena layanan tidak praktis. Alasan lain karena jaringan kurang luas, tidak unlimited, dan biaya tidak pasti.(id)
 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year