Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Ericsson Report

Video Pendorong Trafik Data

24:16:29 | 13 Dec 2012
Video Pendorong Trafik Data
Dokumen IDT
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) – Aplikasi video menjadi pendorong utama dari melonjak dua kali lipatnya  trafik data secara global antara kuartal ketiga 2011 dan kuartal ketiga 2012, sehingga Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 50 persen antara tahun  2012 dan 2018 untuk jasa data bisa tercapai.

Angkasa Pura 2
Demikian salah satu hasil dari laporan  Ericsson Mobility  yang  sebelumnya dikenal dengan Ericsson Traffic and  Market Report.

Laporan tersebut juga  mengungkapkan bahwa sekitar 40%  dari jumlah ponsel yang terjual di kuartal ketiga adalah smartphone.   
Penelitian dari Ericsson menunjukkan bahwa video online memiliki sumbangsih terbesar terhadap volume trafik data, dimana 25% dari total trafik smartphone dan 40 % dari total trafik tablet. Hal inilah yang menempatkan adanya persyaratan baru pada jaringan yang berkualitas dimanapun dan kapanpun.


Senior Vice President and Head of Strategy  Ericsson Douglas Gilstrap mengatakan harapan terhadap kualitas jaringan meningkat seiring dengan ketersediaan smartphone dan tablet yang telah mengubah cara pelanggan menggunakan internet.

“Mobilitas  saat ini sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari, peranti yang dimiliki selalu ada ada dalam genggaman, sehingga mempermudah kita mendapatkan akses informasi secara cepat, seperti hiburan maupun interaksi sosial,” katanya.

Masih berdasarkan laporan itu, total jumlah pelanggan seluler diperkirakan mencapai 6.6 miliar pada akhir 2012 dan 9.3 miliar pada akhir 2018.

Data tersebut tidak termasuk pelanggan M2M (machine-to-machine). China menyumbang sekitar 35% dari jumlah total penambahan pelanggan seluler selama kuartal ketiga, dengan jumlah  pelanggan sekitar 40 juta.

Penambahan dalam jumlah bersih dari Brazil (9juta), Indonesia (7 juta) dan Filipina (5 juta). Secara keseluruhan, penetrasi seluler secara global mencapai 91% di kuartal ketiga 2012, dan total jumlah  pelanggan seluler saat ini sekitar  6.4 milyar.
Pelanggan seluler telah mengalami pertumbuhan antara 9% tahun-ke-tahun dan sekitar 2% kuartal-ke-kuartal

LTE
Di pertengahan 2012, cakupan jangkauan Long Term Evolution (LTE) diperkirakan secara global  tersedia bagi 455 juta orang. Dalam jangka waktu 5 tahun, lebih dari setengah jumlah populasi di dunia diharapkan mendapatkan manfaat dari cakupan LTE tersebut

LTE merupakan bagian dari perkembangan cepat teknologi seluler terkini dalam hal pembangunan dan penyerapan.
Saat ini LTE telah digunakan dan dibangun di seluruh wilayah, dan secara total keseluruhan pelanggan akan meningkat sekitar 55 juta pada akhir 2012  hingga mencapai  1.6 miliar di 2018.

Saat ini, jaringan WCDMA/HSPA  menyediakan cakupan lebih dari setengah jumlah populasi di dunia  dan terus tumbuh lebih cepat daripada LTE dalam hal angka, menambahkan 65 juta pelanggan di kuartal ketiga 2012 dibandingkan dengan 13 juta untuk LTE.

Presiden Director Ericsson Indonesia Sam Saba  mengklaim pembangunan jaringan LTE akan membuat koneksi data ribuan kali lebih efisien ketimbang 3G.

Namun syaratnya jika ingin benar-benar ideal, maka setiap negara membutuhkan lebar frekuensi 1.500 MHz untuk teknologi itu.

"Setiap negara rata-rata butuh 1.500 MHz untuk frekuensi LTE. Sementara rata-rata masih 500-600 MHz. Pemerintah sebaiknya buka frekuensi makin banyak supaya aman dan lebih banyak space buat pengguna," kata Sam.   

Pemanfaatan TIK
Laporan ini juga memasukkan  Indeks Kota dalam Networked Society yang menganalisa pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bagi bisnis di 25 kota besar di dunia.

Pada dua laporan sebelumnya difokuskan pada kesiapan kota dan warga negara dalam memanfaatkan TIK, sedangkan dalam laporan kali ini adalah bagaimana pemanfaatan TIK di kota dapat memberikan manfaatnya bagi pebisnis.

Dengan menambahkan beberapa indikator yang menganalisa dinamika bisnis di kota tersebut, terlihat adanya korelasi antara TIK yang mature serta kemampuan dalam memanfaatkan TIK bagi bisnis.

New York, Stockholm dan London muncul sebagai tiga kota besar yang memiliki peringkat tertinggi.

Selain tiga kota yang menduduki peringkat teratas tersebut, yakni New York, Stockholm dan London, berikut kota-kota lain yang juga merupakan bagian dari indeks yaitu: Beijing, Buenos Aires, Kairo, Delhi, Dhaka, Istanbul, Jakarta, Johannesburg, Karachi, Lagos, Los Angeles, Manila, Mexico City, Moscow, Mumbai, Paris, São Paulo, Seoul, Shanghai, Singapore, Sydney and Tokyo.

Sebanyak 28 indikator telah digunakan untuk mengukur manfaat total dalam indeks di masing-masing kota. Indikator dapat dikategorikan dalam dua dimensi: kota dengan TIK yang mature dan manfaat dari investasi TIK dilihat dari sisi sosial, ekonomi dan sudut pandang lingkungan.

Dalam laporan ini  beberapa dampak positif menunjukkan bahwa TIK telah mendorong pada inovasi dan kewirausahaan.
Pertama, TIK membangkitkan banyaknya peluang kewirausahaan. Misalnya, memungkinkan hadirnya inovasi produk baru seperti musik dan video streaming, e-commerce dan layanan cloud.

Kedua, TIK mempermudah akses ke pasar – sebagai contoh, membantu pengusaha dan perusahaan  mencapai pasar geografis yanlebih luas untuk memasarkan produk niche mereka. Ketiga, TIK mengurangi biaya transaksi antar perusahaan – misalnya, dengan meminimalkan kebutuhan untuk berada secara geografis lebih dekat dengan supplier, mitra dan pelanggan.

Menurut Patrik Regårdh dari Lab Ericsson  Networked Society  kebijakan pemerintah akan membantu mengarahkan sektor bisnis untuk pengembangan TIK. Oleh karena itu, perubahan kebijakan, regulasi dan perencanaan, adalah beberapa faktor kunci yang mendorong kemajuan. Faktor-faktor ini akan sangat penting dalam membantu organisasi dari semua ukuran untuk menghubungkan, berkolaborasi dan bersaing secara lebih efektif.(id)
 
 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma