Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Indosat Lepas Saham di TBIG?

14:20:42 | 12 Dec 2012
Indosat Lepas Saham di TBIG?
Ilustrasi
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko)  – PT Indosat Tbk (Indosat) siap melepas kepemilikan 5% saham yang dimilikinya di  di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) guna memperkuat pemodalan dan meringankan beban hutang anak usaha Qatar Telecom (Qtel) itu.

“Kita siap lepas saham di TBIG jika itu bisa membantu pemodalan dan pembayaran hutang dari Indosat,” ungkap Presiden Direktur & CEO Indosat Alexander Rusli di Jakarta, Selasa (11/12).

Diungkapkannya, saham 5% yang dimiliki Indosat di TBIG sebagai bagian dari kompensasi penjualan 2.500 menara ke perusahaan penyedia menara itu memiliki lock up period hingga Agustus 2013.  

“Kita lihat untung-ruginya rencana melepas saham itu selama  lock up period,” katanya.
 
Diungkapkannya, tujuan melepas saham di TBIG adalah untuk memperkuat struktur pemodalan dan membantu untuk merestrukturisasi hutang perusahaan.

“Kita harus kaji semua opsi, soalnya hutang kita itu terlalu besar di dollar AS. Jika hedging diperbesar, tentu itu  butuh biaya. Langkah lain adalah restrukturisasi, misal mempercepat jatuh tempo, tetapi ini semua  kan butuh biaya. Salah satu solusi, melepas saham di TBIG itu,” jelasnya.

Hingga triwulan III-2012, total hutang yang dimiliki Indosat sebesar Rp 21.847 triliun . Indosat  menyatakan utang jatuh tempo perusahaan tersebut pada 2012 mencapai  Rp 3,3 triliun , terdiri atas utang dalam mata uang dollar AS sebesar Rp 2,02 triliun  dan dalam mata uang rupiah sebesar Rp 1,28 triliun.
Utang terbesar jatuh tempo perseroan mencapai Rp 5,99 triliun  pada 2014 dan pada 2013 mencapai Rp 3,82 triliun.

“Tantangan terbesar itu di 2020, nilai hutang jatuh temponya besar sekali,” katanya.
Menurutnya, jika usai masa lock up period harga saham yang dipegang perseroan masih bagus, besar kemungkinan akan dilepas.

“Sekarang kan harga saham dari TBIG naik terus. Jika sampai tahun depan masih bagus, bisa kita lepas,” katanya.
Untuk diketahui, Indosat melepas 2.500  menara ke TBIG pada tahun ini. Dalam ketentuan perjanjian itu, Indosat akan menyewa menara-menara yang dijual dalam jangka waktu minimum 10 tahun.

Nilai transaksi menara-menara itu sekitar US$  406 juta (sebelum dikenakan beberapa penyesuaian harga).
Dari total nilai akuisisi tersebut, sebesar 17,98% atau US$ 73 juta  dibayar dalam bentuk saham. Artinya,   Indosat   memiliki 239,82 juta saham atau setara 5% saham baru yang diterbitkan TBIG.

Sebagian hasil penjualan menara itu digunakan untuk pembayaran hutang dalam bentuk dollar AS yang jatuh tempo tahun ini. Saat ini diperkirakan sisa dana penjualan menara sekitar  US$ 200-an juta.  
Kinerja dan saham TBIG terus melesat sejak mengakuisisi menara milik Indosat. Saat ini TBIG adalah salah satu penyedia menara independen terbesar di Indonesia.
 
Pada perdagangan Selasa (11/12) emiten dengan kode TBIG ini sahamnya  ditutup di kisaran Rp 5.850 per lembar.(id)  

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year