Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Telkomsel Genjot Digital Life Style

16:35:04 | 10 Dec 2012
Telkomsel Genjot Digital Life Style
Ilustrasi
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA. (indotelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai mengarahkan anak usahanya di jasa seluler, Telkomsel,  kepada bisnis digital life style solution seiring kian berkembangnnya teknologi  broadband.

“Tidak bisa Telkomsel hanya mengandalkan jasa akses telekomunikasi. Bisnis akses itu rata-rata hanya tumbuh 5% tiap tahunnya ke depan, walau secara nominal Rupiah masih besar. Tetapi pertumbuhan besar itu di digital life style dimana bisa sekitar 15-20% tiap tahunnya, walau dari sisi nominal rupiah masih kecil,”  ungkap Direktur Utama Telkom yang juga Komisaris Utama Telkomsel, Arief Yahya di Jakarta, kemarin.

Diharapkannya, dengan mulai mengubah arah bisnis Telkomsel, pada 2015 nanti anak usaha yang memasok 60% pundi-pundi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bisa memiliki  pendapatan  di atas Rp 55 triliun dimana  digital life style solution akan menyumbang sekitar 30%.

“Tahun depan belanja modal Telkom itu sekitar Rp 20 triliun, sebanyak 60 persen akan dialokasikan untuk Telkomsel,” katanya.

Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga menambahkan,  industri seluler di dunia, termasuk Indonesia telah mengalami perubahan besar, dari sebelumnya layanan suara dan pengiriman pesan singkat (SMS) ke arah layanan data (mobile broadband).

“Telkomsel harus mengambil peluang dari perubahan itu dengan fokus bergerak di bisnis digital,” katanya.
Dikatakannya, beberapa  layanan yang disiapkan antara lain mobile advertising, digital solutions, layanan people to machine, atau machine to machine.

“Nantinya kita tidak lagi hanya menghitung jumlah penduduk, tetapi juga mesin-mesin peralatannya, seperti mobil, sepeda motor atau elektronik. Artinya pelanggan seluler tidak hanya orang, tapi bagaimana mesin-mesin itu bisa dikendalikan melalui perangkat seluler,” tambahnya.

Direktur Penjualan Telkomsel Mas`ud Khamid menambahkan, hingga akhir 2012, pihaknya menargetkan jumlah pelanggan bisa menembus angka 125 juta.

“Sementara pada 2013, jumlah pelanggan diproyeksikan tumbuh menjadi 137 juta. Untuk mengejar pertumbuhan pelanggan, kami telah memiliki 270 kluster dan 4.651 mikrokluster dari Sabang sampai Merauke untuk mendukung penjualan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan hingga September 2012, pendapatan Telkomsel sudah mencapai Rp 39,858 triliun atau melonjak 23% dibanding periode sama 2011 sebesar Rp 36 triliun.

Sedangkan keuntungan sebesar Rp 11,72 triliun atau naik 23,3% dibandingkan periode sama 2011 sebesar Rp 9.5 triliun.
Penguasa jasa seluler ini  telah mengoperasikan sebanyak 51.005 BTS, termasuk 13.413 Node-B atau BTS 3G untuk layanan data.

Dari sekitar 122 juta pelanggan yang ada saat ini, lebih kurang 51 juta pelanggan di antaranya merupakan pengguna layanan data.

Genjot Aliansi

Head of Broadband Bundling Department Telkomsel Iwan Darmawan mengungkapkan, perseroan terus menggenjot pengguna jasa data melalui kerjasama strategis dengan principal produk atau pemain Over The Top (OTT).

Terbaru, Telkomsel  meluncurkan paket bundling bersama SPC Mobile  untuk empat produk, yaitu ponsel T7 Nova, T8 Focus, smartphone Android S1 Coral, dan Android Tablet New P1 Tablet.

Keempatnya didesain untuk mencakup layanan 3G Data Access, EDGE Data Access, dan GPRS, dimana target yang dipasang ada dua juta pengguna bundling baru dari produk SPC Mobile pada 2013.

“Kami menargetkan bundling tahun 2013, yaitu 10 juta untuk berbagai tipe handset, maupun modem, untuk semua vendor,” ungkap Iwan.

Diungkapkannya, target bundling Telkomsel untuk 2012 ini yaitu 7 juta pelanggan baru dan per November target tersebut belum terpenuhi. Tapi ia optimis sampai akhir tahun nanti target bundling dapat tercapai. “Saat ini masih kurang 200 ribuan saja,” ujarnya.

Pelanggan yang menggunakan  ponsel fitur masih mendominasi jaringan Telkomsel yakni sebanyak 90 juta pengguna. Dari jumlah itu, angka pengguna smartphone mencapai 19,4 juta.

Ditargetkan, pada 2013,   pengguna ponsel fitur menjadi 109 juta, pengguna smartphone menjadi 28 juta pengguna.

“Dengan bundling, kami ingin tingkatkan pengguna data dari 62 juta saat ini menjadi 82 juta tahun 2013,” ujar Iwan.
Untuk mendukung pemasaran bundling dari sisi jaringan  Telkomsel siap menambah 5000 BTS 3G pada 2013 yang tersebar di seluruh Indonesia dengan prioritas kota-kota besar

Tak hanya bermain di sisi perangkat bagi konsumen, Telkomsel juga melakukan terobosan dengan Google menyediakan layanan Free Zone untuk meningkatkan jumlah pengguna handset agar mudah mengakses internet.

Project Director Service, Content, Application, and Portal Task Force Telkomsel Gideon Edie Purnomo menjelaskan dalam kerjasama terbaru dengan Google tersebut memungkinkan  pengguna Telkomsel yang sudah memiliki akun GMail dapat terkoneksi secara gratis saat membuka Google Search, GMail, dan Google+ lewat handset.

Telkom Marketing 2
Dengan mengakses www.telkomsel. com/freezone lewat browser pada handset, maka mencari informasi di Google, mengirim dan membuka email di GMail, serta berinteraksi di Google+ akan dibebaskan dari biaya.

Namun, tarif normal berlaku bila pelanggan belum berlangganan paket internet Telkomsel mengklik situs Google, membuka tautan eksternal di Gmail dan Google+, serta mengunduh dan mengunggah attachment file pada GMail. Telkomsel akan menyediakan Free Zone selama enam bulan.

Angkasa Pura 2
“Pokoknya kita akan buat orang-orang yang tadinya offline menjadi online,” tegas Gideon.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma