Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

BRTI: RBT Sebaiknya Single Code

9:56:22 | 08 Dec 2012
BRTI: RBT Sebaiknya Single Code
BRTI (dok.)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  menyarankan operator untuk memaksimalkan kode akses tunggal (Single Code) untuk layanan Ring Back Tone (RBT) agar pelanggan lebih nyaman dan biaya operasional lebih efisiensi.

“Sebaiknya single code yang sudah digagas dan diluncurkan itu dimaksimalkan. Jangan munculkan ego korporasi kalau memang niatnya membangun kembali industri konten. Buat apa ada banyak single code kalau nanti justru membingungkan masyarakat dan boros di sisi biaya operasional,” tegas Wakil Ketua BRTI  Muhammad Budi Setiawan usai menghadiri peluncuran layanan Usaha Wanita dari Indosat, belum lama ini.

Diungkapkannya, awalnya ada tiga operator yang beraudiensi ke instansinya dan memaparkan rencana untuk meluncurkan single code. Ketiga operator itu adalah Telkomsel, Indosat, dan XL.

“Kami menyambut gembira inovasi ketiganya itu. Tetapi kala implementasi yang jalan cuma dua (Indosat dan XL). Ini saya sayangkan, bahkan kabarnya Telkomsel mau luncurkan single code sendiri. Sebaiknya yang satu diluncurkan itu dimaksimalkan saja, tidak hanya oleh dua operator, tetapi semua pemain,” sarannya.

Dikatakannya, dalam hal implementasi single code, instansinya sebatas memberikan restu dan pertimbangan terbaik. “Kalau ditanya ke kami, baiknya satu nomor itu dimaksimalkan agar masyarakat tidak bingung. Tetapi jika ada operator lain mau bikin aliansi, silahkan saja,” katanya.

Diingatkannya, operator harus lebih berhati-hati menyelenggarakan RBT dan tidak terjebak seperti masa lalu. Pasalnya, layanan ini dikategorikan  bisnis operato karena  memiliki izin jaringan. RBT diposisikan sebagai pengganti dial tone.

Sebelumnya, Indosat dan XL telah meluncurkan  layanan RBT dan iRing dengan single code  Rabu lalu.

Dalam program yang didukung 12 perusahaan rekaman itu  Indosat dan XL menyatukan kode akses layanan RBT, yakni *919#. Program ini efektif dilakukan mulai 5 Desember tahun ini hingga 5 Maret 2013.

XL dan Indosat sendiri mengaku terbuka dengan bergabungnya operator lain dalam program single code ini.

“Single Code ini tidak hanya untuk dua operator yang hari ini mengumumkan. Kami terbuka bekerjasama dengan operator mana saja guna membangkitkan kembali bisnis RBT ini,” tegas Group Head Product Development and Management Indosat Sumantri J  Yuwono.

GM Content & Application XL Axiata Revie Sylviana Andriani Dewi menjelaskan  secara prinsip kedua operator terbuka ditambahnya anggota menjalankan single code. “Soal bergabung atau tidak itu tergantung masing-masing operator sendiri. Satu hal yang pasti, kami berdua sudah memulai sesuatu yang baru di industri,” katanya.

 

Kabar beredar tentang tidak jadinya bergabung Telkomsel dalam program single code ini lumayan simpang siur.

Tersiar kabar, Telkomsel  merasa tidak diuntungkan dengan adanya program ini karena konsep dalam komunikasi pemasaran tidak berimbang pembagian coverage antara ketiganya. Untuk diketahui, dalam mengkomunikasikan single code, media campaign yang digunakan seragam, artinya dengan kekuatan biaya pemasaran milik Telkomsel, tentu saja dua operator lainnya bisa menumpang coverage.

Telkom Marketing 2
Kala  hal  ini dikonfirmasi ke Sumantri atau Revie, keduanya secara tegas menolak masalah coverage marketing menjadi gagalnya ketiga pihak berjalan.

“Tidak ada masalah dengan pola media campaign. Baiknya tanya ke Telkomsel masalahnya di mana. Bukan domain kita menjawab,” kata keduanya kompak.

Angkasa Pura 2
Kabar lainnya mengatakan, Telkomsel tengah bersiap untuk men-spin off bisnis musik yang ada di portal  langit musik dan menjadikan anak usaha Telkom, Melon, sebagai Master CP independen. Terakhir, tersiar juga kabar  Telkomsel tengah menggodok konsep master CP dengan single platform.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
atta 300 x 250.gif
More Stories
telkom sigma