Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

XL Usulkan Rebalancing Frekuensi 2G

21:45:15 | 10 Okt 2012
XL Usulkan Rebalancing Frekuensi 2G
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko) – PT  XL Axiata Tbk (XL) mengusulkan adanya penataan ulang (rebalancing) di frekuensi 1.800 MHz yang selama ini digunakan untuk 2G sebelum diterapkan teknologi netral.

“Jika memang akan diterapkan teknologi netral di 1.800 MHz,  kita usul dilakukan rebalancing terlebih dahulu. Pasalnya, ada ketimpangan dari sisi kepemilikan frekuensi dan posisinya tidak contiguous,” ungkap Presiden Direktur XL  Axiata Hasnul Suhaimi di  Jakarta, kemarin.

Berdasarkan catatan,  di frekuensi  1.800 MHz Telkomsel memiliki lebar pita  22,5 MHz, Indosat (20 MHz), XL  (7,5 MHz), Axis (15 MHz), dan Hutchinson CP Telecom (10 MHz).

“Dulu kita pernah meminta tambahan alokasi frekuensi ke pemerintah tetapi belum direspons.  Jika memang ada wacana  di frekuensi itu akan diterapkan teknologi netral  seperti di 900 MHz, kita minta dievaluasi utilisasi frekuensi yang selama ini dimiliki operator. Jika ada yang tidak maksimal dikembalikan ke pemerintah, setelah itu dialokasikan bagi yang membutuhkan,”jelasnya.

Seperti diketahui,  Telkomsel dikabarkan tengah mengajukan izin teknologi netral di rentang frekuensi 1.800 MHz yang selama ini digunakan untuk 2G.

Pengajuan izin teknologi netral di rentang frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz diberlakukan pemerintah  sesuai permintaan dari operator.

Hasnul menjelaskan, XL tak mungkin menerapkan teknologi 3G di 900 MHz karena di rentang itu sudah padat dan alokasi yang dimiliki perseroan sangat minim yakni 7.5 MHZ.

“Tak mungkin jika bicara menerapkan 3G di 900 MHz bagi XL. Tetapi kami tidak khawatir jika ada yang menerapkan 3G di frekuensi itu, kita punya strategi sendiri menghadapinya,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini perseroan   memaksimalkan pembangunan BTS Node B di rentang frekuensi 2,1 GHz. Tidak hanya meningkatkan, tapi juga melakukan efisiensi dalam pembangunannya.  Caranya,  bila suatu daerah yang dibangun BTS sudah dilayani dengan baik maka tidak perlu dibangun dahulu.

Tapi bila di suatu kawasan itu bertambah pelanggannya,  kapasitas ditambah. Bisa dengan memasang repeater atau membangun Node  B baru.

“Frekuensi 900 MHz itu bagus untuk area pinggiran karena jangkauannya luas. Tetapi untuk kapasitas spektrum itu tipis, lebih bagus di 2.1 GHz. Karena itu kita menargetkan 6 ribu Node B dibangun tahun ini  di 2.1 GHz,” jelasnya.

Seperti diketahui, Indosat telah memperkenalkan teknologi 3G terbaru di frekuensi 900 MHz di Padang dan Bukittinggi  dengan nama dagang Super 3G+. Aksi  Indosat ini adalah yang pertama di Indonesia untuk di spektrum tersebut.

Sebelumnya, Research Analyst Credit Suisse  Colin McCallum memprediksi pangsa pasar jasa data Indosat bisa meningkat  jika berhasil mengoptimalkan teknologi 3G di rentang frekuensi 900 MHz.

Menurutnya, dengan mengutilisasi frekuensi 900 MHz untuk teknologgi 3G, Indosat bisa mengancam dominasi Telkomsel di area yang dikuasai oleh penguasa seluler tersebut. Saat ini Indosat menguasai  pangsa pendapatan pasar 17.9%, sedangkan  Telkomsel 52.8%.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year