Pengusaha cemilan ini sukses berkat go digital

14:46:00 | 13 Jul 2018
Pengusaha cemilan ini sukses berkat go digital

JAKARTA (IndoTelko) -  Nama Eden Bakery & Cake sudah dikenal sejak tahun 2013. Toko ini tak bisa dilepaskan dari keuletan Umi Kulsum yang berhasil mendulang kesuksesan dengan berjualan cemilan putu Belanda bernama “Smakelijk” dan juga cemilan lekker Belanda atau “boeterkoek”.

Wanita yang akrab disapa Eden ini telah sukses memasarkan produknya di berbagai negara seperti Malaysia dan Dubai dengan konsep sebagai oleh-oleh atau buah tangan. Tak hanya itu, Eden juga seringkali mendapatkan orderan khusus dari pemerintah kota untuk dijadikan cemilan khas bagi tamu pemerintahan yang berkunjung.

Dikutip dari situs smartbisnis, terungkap usaha yang ia jalani mampu memproduksi hingga 100 box perharinya dan itupun di luar dari segala macam pesanan khusus. Dengan kata lain, dalam sebulan Eden mampu memproduksi sekitar 3000 box dengan harga setiap box putu Belanda Smakelijk sekitar Rp 70.000 dan lekker Belanda sekitar Rp 60.000. Anda tentu bisa menghitung berapa besar omzet yang ia dapatkan perbulannya.

Sejarah
Sejak awal merintis peluang usaha cemilan ini, Eden mengaku bahwa ia tertolong oleh resep turun temurun yang ia miliki, sehingga tidak terlalu sulit baginya untuk mencari dan menemukan bahan baku untuk produksi pada saat itu. Di awal kemunculannya pun, Eden hanya memiliki dua karyawan tetap dan tiga karyawan yang diupah secara harian. Namun yang menarik adalah Eden gigih dan rajin untuk memasarkan produknya tersebut lewat berbagai pameran serta bazaar, bahkan berani untuk memasarkan langsung produknya di koperasi kantor pemerintahan.

Eden memulai bisnis dengan modal sebesar Rp30 ribu. Akan tetapi, Eden memiliki ketrampilan dalam hal kuliner serta resep turun temurun yang dimilikinya, membuat ia lebih memiliki jalan untuk mengembangkan bisnisnya tersebut. Selanjutnya, Eden seringkali melakukan konsultasi dengan para ahli kuliner professional dan saling bertukar pikiran untuk memajukan bisnis kuliner yang ia miliki.

"Karena saya orangnya kurang percaya diri, meski banyak teman yang bilang  putu belanda ini enak, buat saya tetap kurang enak, sehingga saya lebih banyak berkonsultasi dengan para ahli,” ujarnya.

Kini, Eden lebih dikenal sebagai penyedia kue kekinian dengan berbagai aneka varian rasa., sehingga tak perlu waktu lama untuk Eden bersaing mengikuti pasar dengan meluncurkan varian rasa red velvet dan rasa daun semanggi yang menjadi ciri khas kota Surabaya, tempat di mana Eden mengembangkan bisnisnya.

Meskipun sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas, tapi seiring perjalanannya Eden dan bisnis yang dijalankannya masih tetap harus bergulat dengan pasar baru yang terus bermunculan dan ia pun harus terus mengedukasi masyarakat tentang cemilan yang ia pasarkan.

Pasalnya, cemilan yang ia tawarkan masih belum lazim di telinga masyarakat Indonesia bahkan seringkali dianggap sebagai cemilan jenis baru.

Eden berjuang membentuk pasarnya sendiri lewat berbagai pameran, bazaar serta keuntungan memiliki banyak relasi dan koneksi sehingga tersebar promosi dari mulut ke mulut dan media sosial.(ad)

telkom DBS / liputan khusus
Baca Juga:
telkom DBS / liputan khusus
telkom DBS / liputan khusus
More Stories
telkom DBS / liputan khusus
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

telkom DBS / liputan khusus