telkomsel halo
finnet KTM

Rudiantara optimistis satu “Unicorn” baru hadir di 2018

13:42:00 | 11 Okt 2018
Rudiantara optimistis satu “Unicorn” baru hadir di 2018
Rudiantara.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meyakini  di akhir 2018 akan muncul satu  startup Unicorn baru meramaikan ekonomi digital Indonesia.

"Indonesia memiliki empat unicorn dan ditargetkan akan muncul satu unicorn lagi akhir tahun ini," ungkapnya kala membawakan presentasi Strategy on Technology: Startup and Digital Environment of Business in Indonesia di Bali seperti disiarkan laman Kominfo (11/9).

Unicorn adalah istilah untuk startup dengan valuasi US$1 miliar. Indonesia sudah memiliki empat unicorn yakni GO-JEK, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

"Untuk saat ini di Asia Tenggara terdapat 7 perusahaan unicorn dimana empat diantara berasal dari Indonesia yakni GoJek, Tokopedia, BukaLapak, dan Traveloka. Sementara 3 lainnya berasal dari Singapura, Malaysia, dan Fillipina. Indonesia sebenarnya memiliki banyak perusahaan startup, hanya saja mereka membutuhkan investor yang berbentuk venture capitals," katanya.

Rudiantara mengaku ingin menciptakan unicorn yang berbasis fintech. “Dengan memiliki unicorn berbasis fintech, akan meningkatkan aliran investasi. Tahun lalu, aliran Investasi asing yang masuk ke indonesia dalam sektor digital mencapai Rp3,7 triliun," tuturnya.

Ditambahkannya, pemerintah menerapkan regulasi yang akomodatif bagi perkembangan ekonomi digital. "Kita memiliki "regulasi yang sedikit longgar" tentang  dunia digital. Kita tidak ingin menerapkan regulasi di sektor digital yang terlalu ketat," jelasnya.

Salah satu pertimbangan untuk memajukan fintech berkaitan dengan upaya pemerintah untuk mendorong ekonomi inklusif.  "Kita harus terus melakukan upaya untuk memajukan fintech.  Pendekatan perbankan  masih melakukan model usaha lama. Dan mereka memiliki konflik kepentingan," ungkapnya.  

Rudiantara menegaskan upaya memajukan fintech akan bisa memberikan akses kepada sekitar 80 juta orang yang belum memiliki akses perbankan tapi memiliki telepon seluler.  

"Tujuannya adalah, bagaimana kita mengisi kesenjangan yang tercipta dari 80 juta kanal distribusi yang belum tersentuh. Tujuannya adalah inklusi keuangan, terus promosikan fintech," ungkapnya.

Dikatakannya, perkembangan itu harus dipacu secara anorganik, pasalnya pendekatan pertumbuhan organik melalui perbankan tidak akan bisa mempercepat akses kepada keuangan inklusif.  

"Dan jika pada akhirnya mungkin bank ingin mengakuisisi fintech ini, ya sudah biarkan saja, karena ini business-to-business. Namun saya tidak percaya jika dalam dunia perbankan digital atau sektor keuangan bank dapat tumbuh secara organik, mereka harus tumbuh secara anorganik,”jelasnya.

Asal tahu saja, mengutip laporan CB Insight dan PWC dengan judul Money Tree terlihat di kuartal ketiga 2018 ada investasi menggelontor ke startup senilai US$53,1 miliar dengan 3.408 transaksi. Angka investasi hanya naik 2% dibandingkan kuartal kedua 2018 senilai US%$52,2 miliar.

Di Asia sendiri nilai investasi bagi startup menurun di kuartal ketiga 2018 menjadi US$19,3 miliar dibandingkan kuartal kedua 2018 sebesar US$21,8 miliar.

Startup di Asia yang menikmati guyuran investasi di kuartal ketiga 2018 adalah Grab, WeWork, Lucid Motors, Oyo rooms, dan Xpeng Motors. Sedangkan investor yang aktif di Asia banyak berasal dari Tiongkok seperti Sequoia Capital, Matrix Partners, ZhenFund, dan IDG Capital.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma