blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Mesin sensor internet ancam ruang privasi?

12:47:29 | 01 Jan 2018
Mesin sensor internet ancam ruang privasi?
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menjalankan mesin sensor konten internet karena berpotensi melanggar privasi pengguna.

"ICSF berpandangan bahwa apapun namanya, mesin yang dimaksud  adalah alat sensor konten digital yang berpotensi melanggar privacy dan lainnya. Sehingga perlu kajian mendalam secara multistakeholder," tegas Pendiri ICSF Ardi Sutedja, dalam pesan singkat (31/12).

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan PT INTI sebagai pemenang tender mesin sensor internet telah menyerahkan perangkat pada Jumat (29/12).

Entah kenapa, Kominfo menyebut mesin yang penuh kontroversi itu sebagai pengais "crawling" konten negatif. Padahal, dalam tender disebut Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif dengan nilai pagu sekitar Rp 211,8 miliar. (Baca: Kontroversi mesin sensor)

"Sejak kemarin mesin crawling atau mesin pengAIS konten negatif atau dinamakan AIS ini telah berfungsi. Malam ini saya mengecek. Dengan Mesin AIS ini maka kita mendapatkan kecepatan dan volume yang besar dalam mengecek mana-mana konten negatif. Kemampuannya memberikan dokumentasi yang baik," papar Menkominfo Rudiantara dalam keterangan (30/12).

Ardi mempertanyakan di kala ekonomi sedang lesu dan dimana-mana sedang coba berhemat, kenapa malah menghabiskan anggaran negara untuk sesuatu yang utilisasinya pendek karena teknologi pun siklusnya pendek.

"Dan konten filtering pun bukan karena teknologi namun karena masyarakat belum dewasa dan kerap menyalahgunakan. Konten sensor bukan jawaban tapi hanya pemadam kebakaran. Edukasi publik dengan melibatkan peran multistakeholder tetap yang terbaik untuk bisa dan mampu membangun budaya antisipatif," sarannya.

Kominfo sendiri menyatakan tim Cyber Drone 9 (nama lain dari tim mesin AIS) terdiri dari beberapa pilot dan para agen verifikator yang akan mengoperasikan cyber drone 24 jam non-stop. 

Telin
Cyber drone hanya membantu tim mempercepat proses proses pencarian atau crawling konten internet negatif.  Cyber drone akan membantu memberikan informasi tentang ribuan bahkan puluhan ribu situs dan akun penyebar konten negatif seperti pornografi & pornografi anak, perjudian online, penipuan online, dan konten negatif lainnya dalam waktu yang relatif cepat. (Baca: Mesin sensor)

Hasil kerja cyber drone akan di verifikasi ulang para agen  secara hati-hati, sebelum akhirnya diputuskan bahwa situs atau akun harus di eksekusi mati di Indonesia.(dn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
Smartfren Unlimited 4G
telkom sigma
Kerjasama CSI