telkomsel halo
finnet KTM

Kominfo tengah cari operator pengelola slot orbit 123 BT

10:30:52 | 07 Sep 2018
Kominfo tengah cari operator pengelola slot orbit 123 BT
Menkominfo Rudiantara.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mencari operator yang akan mengelola slot orbit 123 derajat bujur timur (123 BT) pasca Kementrian Pertahanan (Kemenhan) mengembalikan hak kelola.

"Saat ini sedang disiapkan proses penetapan kepada siapa alokasi dari slot orbit 123 BT. Saya sudah menghubungi perusahaan yang mampu mengoperasikan satelit di slot orbit 123 BT. Sekarang sedang finalisasi," ungkap Menkominfo Rudiantara kala RDP dengan Komisi I DPR, belum lama ini.

Diungkapkannya, Kominfo telah menetapkan kriteria untuk calon operator yang mengelola slot orbit itu. Pertama soal kecepatan pengadaan satelit dan mengisi slot orbit. Kedua, kemampuan keuangan. Ketiga, kemampuan teknis. "Insha Allah bulan September ini ditetapkan," tukasnya.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail mengakui Kemenhan sudah mengembalikan hak pengelolaan slot 123 BT ke Kominfo. "Sekarang sedang dalam tahap mencari operator baru," katanya dalam pesan singkat ke IndoTelko (6/9).

Kabarnya, Kominfo mengundang lebih dari 15 perusahaan yang dianggap mampu dan ingin mengoperasikan slot itu. Namun akhirnya hanya 4 perusahaan saja yang mengajukan usulan.

Slot 123 BT menjadi bahan pembicaraan pasca Avanti Communications Limited (Avanti) mengumumkan bahwa sidang arbitrase yang dijalaninya dengan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Indonesia berhasil dimenangkan operator satelit itu pada Juni lalu.

Pada 6 Juni 2018, pengadilan arbitrase memutuskan Kemenhan harus membayar Avanti US$ 20,075 juta dengan batas waktu 31 Juli 2018. (Baca: Kasus slot orbit 123 BT)

Asal diketahui, Avanti menempatkan Satelit Artemis pada Slot Orbit 123 derajat BT terhitung mulai 12 November 2016 guna mencegah hilangnya hak spektrum L-band pada slot orbit 123 derajat timur. (Baca: Satelit Kemenhan)

Sebelumnya slot tersebut ditempati oleh satelit Indonesia, Garuda-1 yang sudah mengorbit selama 15 tahun. Pada 2015, Satelit Garuda-1 sudah tidak mengorbit lagi.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma