telkomsel halo
finnet KTM

DPR minta medsos diawasi ketat selama tahun politik

11:04:53 | 17 Feb 2018
DPR minta medsos diawasi ketat selama tahun politik
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pengawasan terhadap media sosial (Medsos) diperketat menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Pemicunya, meningkatnya jumlah akun palsu di medsos yang menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertindak. "Mendesak Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan pengawasan intensif terkait penyebaran fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik," tegas Pria yang akrab disapa Bamsoet itu seperti dikutip dari laman DPR.go.id (14/2).

Diharapkannya, Komisi I DPR melalui Kemenkominfo, memanggil penyedia media sosial dalam rapat dengar pendapat. Hal itu berguna untuk membahas persoalan tersebut dan menjadikan media sosial yang sehat dan netral.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga dinilainya harus bersikap objektif terhadap penyebar fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial. Yakni sesuai dengan hukum yang berlaku.

Masyarakat pun sebaiknya menggunakan akun media sosial secara bijak. Diimbaunya agar masyarakat melaporkan jika melihat akun-akun yang digunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. "Apalagi kalau terkait Pilkada dan Pemilu. Laporkan segera ke Kemenkominfo, BSSN, dan Kepolisian," tegas Bamsoet.

Peran BSSN
Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira mengharapkan BSSN dapat bekerja dengan baik dalam menangani permasalahan siber yang sekarang ini banyak terjadi, terutama dengan penyebaran berita-berita hoaks.

Menurutnya, perkembangan dunia maya akhir-akhir ini, perlu adanya pengamanan dan pengawasan yang sangat kuat. Menurutnya, antara dunia real dan dunia maya memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti bahwa dinamika di dunia maya akan mempengaruhi dunia real.

“Dan yang menjadi tantangan kita sekarang adalah bagaimana mengatasi informasi dan berita-berita yang menghasut, terutama yang mengandung SARA dan hoaks. Itu lah mengapa ada BSSN,” ujarnya.

BSSN sebagai sebuah lembaga yang baru dibentuk oleh pemerintah, diharapkan bisa secara sinergis bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait untuk bisa mengatasi tantangan dunia maya dewasa ini.   

Sedangkan, Anggota Komisi I DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, mengatakan BSSN merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam memerangi kejahatan siber di Indonesia.

“BSSN ini memiliki peran yang sangat vital dan berat. Itu merupakan salah satu alasan dibentuknya lembaga ini, menciptakan kedamaian di masyarakat, terutama di dunia maya yang sekarang ini sudah sangat berkembang pesat,” ujarnya.

Selain menciptakan kedamaian di masyarakat luas, tambah politisi Partai Golkar itu, BSSN juga harus bekerja keras lebih, dikarenakan tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik.

“Harapan kami, BSSN bisa berkoordinasi dengan lembaga yang terkait, termasuk kepolisian dan BIN, untuk mencegah adanya penyebaran hoaks yang akan terjadi saat waktu kampanye tiba. Kami berharap adanya pencegahan terhadap pemakaian media sosial yang menyimpang,” tambahnya.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma