telkomsel halo

Gagal Bayar Utang, CSM Masuk PKPU

10:47:31 | 24 Nov 2013
Gagal Bayar Utang, CSM Masuk PKPU
Ilustrasi (Dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) –  Penyedia layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT), PT Citra Sari Makmur (CSM), sedang dalam kesulitan keuangan sehingga harus berurusan dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Perusahaan yang sahamnya dimiliki PT Tigatra Media (38,29 %), Media Trio( 36,71 %), dan Telkom (25%)  itu dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh  PT Bank CIMB Niaga Tbk pada awal November lalu.

Secara hukum, PKPU berbeda dengan pailit. Jika diputus pailit, harta debitur akan digunakan untuk membayar semua utang-utangnya yang sudah dicocokkan. Sedangkan dalam PKPU, harta debitur akan dikelola sehingga menghasilkan dan dapat digunakan untuk membayar utang-utang debitur.

Majelis yang dipimpin Akhmad Rosidin ini menyatakan CSM terbukti secara sederhana memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada CIMB Niaga yang merupakan agen sindikasi dari para bank sindikasi. Total tagihan mencapai Rp1,07 triliun.

Untuk diketahui, CSM memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari PT Bank CIMB Niaga Tbk; PT BPD Jawa Timur Tbk; PT BPD kalimantan Timur; PT BPD Kalimantan Selatan; PT Bank Resona Perdana; PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk; PT Bank DKI, dan PT Bank Bukopin.Bank sindikasi  memberikan fasilitas kredit sejumlah Rp 475 miliar.  

CSM juga mendapatkan fasilitas kredit syariah dari bank sindikasi syariah. Ada 7 bank syariah yang bergabung untuk pengucuran fasilitas kredit syariah ini, yaitu PT Bank Syariah Mandiri; PT Bank Syariah Bukopin; PT Bank CIMB Niaga Unit Usaha Khusus Syariah, dan PT Bank DKI Divisi Usaha Syariah. PT Bank Danamon Indonesia Tbk Syariah Business Directorate; PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk Divisi Usaha Syariah, dan PT BPD Sumatera Utara Divisi Usaha Syariah juga ambil bagian dalam bank sindikasi untuk fasilitas kredit bagi CSM.Kredit yang dikucurkan oleh bank sindikasi syariah ini mencapai Rp525 miliar.
 
Terhadap utang-utang ini, majelis berpandangan CSM telah lalai menjalankan kewajibannya sebagaimana yang diperjanjikan.

Pasalnya, setelah bank sindikasi ini memberikan kredit, CSM beberapa kali menunggak pembayaran. Beberapa kali pula perusahaan yang telah berdiri sejak 1987 ini meminta restrukturisasi. Pada 2012, bank sindikasi sepakat memberikan restrukturisasi. Akan tetapi, tetap saja CSM gagal bayar.

Setelah memutuskan utang tersebut terbukti secara sederhana telah jatuh tempo dan dapat ditagih, majelis hakim mengangkat Bambang Kustopo sebagai hakim pengawas, Djawoto Jawono dan Mardiansyah sebagai tim pengurus. Lantaran CSM telah mengalami kesulitan dalam membayar utang-utangnya, majelis menolak untuk menunjuk dan mengangkat pengurus yang diajukan dari CSM.

Sebelum CIMB Niaga, Bank Bukopin sebagai salah satu bank sindikasi juga sudah mengajukan permohonan PKPU. Namun, permohonan Bukopin ditolak karena tidak mendapat persetujuan mayoritas bank sindikasi.(ss)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI