telkomsel halo

Strategi Ekspansi

First Media Perkuat Kepemilikan di Bolt

16:50:00 | 04 Dec 2014
First Media Perkuat Kepemilikan di Bolt
Ilustrasi (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – PT First Media Tbk (KBLV) memperkuat kepemilikan di operator 4G, Bolt, dengan  melakukan penyertaan saham di PT Mitra Mandiri Mantap (MMM) sebanyak 49,14%.

Mitra Mandiri adalah pemilik PT Internux yang bermain di layanan 4G dengan merek dagang Bolt. 

Wakil Presiden Direktur First Media Irwan Djaja mengungkapkan, transaksi dengan MMM dilakukan pada 20 November 2014. “Kami melakukan penyertaan pada MMM sejumlah 49,14% melalui kompensasi piutang pada MMM sejumlah Rp 477,6 miliar dan tambahan setoran modal Rp 102 miliar,”  ungkapnya usai Paparan Publik di Jakarta, Kamis (2/12).

Tak hanya memperkuat kepemilikan di Bolt, emiten dengan kode KBLV ini juga menambah saham di beberapa perusahaan lainnya.

Tercatat, melalui PT Bintang Merah Perkasa Abadi, PT Graha Investama Andalan Terpadu mengakuisisi 100% saham PTMSH Niaga Telecom Indonesia yang bermain di jasa nilai tambah teleponi kartu panggil (Calling card). Akusisi dilakukan pada 31 Oktober 2014.

Berikutnya, melalui PT Graha Investama Andalan terpadu menambah kepemilikan di PT Delta Nusantara Networks dari 49% menjadi 100%. Perusahaan ini bermain di layanan internet. Terakhir, perseroan membeli 91,75 juta saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dari pihak ketiga pada 31 Oktober 2014.

"Fokus kami ke depan pada tiga pilar utama penunjang bisnis yakni konten, infrastruktur, dan teknologi. Konten dan infrastruktur saling terkait, sehingga dua hal ini yang bakal menjadi fokus pertama,"  tutupnya.

Dalam catatan, pada 23 Oktober 2013 Internux dan First Media mengumumkan aliansi strategis antara kedua perseroan yang tertuang dalam Strategic Alliance Agreement (SAA).

Di SAA tersebut diatur masalah kolaborasi di antara pihak dalam kerangka penyediaan jasa akses internet kepada masyarakat maupun pelanggan. Sebagai bagian dari pelaksanaan kerjasama itu berdasarkan SAA dalam kerangka penyedian jasa akses internet, First Media dan Internux juga menandatangani beberapa kesepakatan.

Adapun kesepakatan tersebut, seperti Network Support Agreement (NSA) yang mengatur dukungan jaringan tetap lokal milik perseroan yang dilakukan Internux.

Sekadar diketahui, dalam aturan lisensi Broadband Wireless Access (BWA) terdapat aturan dimana dalam modern licensing jika 50% dari komitmen pembangunan jaringan belum direalisasikan maka komposisi kepemilkan tidak boleh berubah.

Internux baru menggelar Bolt di Jakarta dan sekitarnya pada November 2013, sementara First Media mematikan layanan WiMAX dan beralih ke TDD LTE dimana hingga sekarang belum dikomersialkan.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI