blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Pentingkah berinvestasi di keamanan siber?

09:04:31 | 13 Apr 2018
Pentingkah berinvestasi di keamanan siber?
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Saat ini, kejahatan siber menjadi isu yang sangat hangat dibicarakan.

Kejahatan siber telah marak terjadi di Indonesia. Tidak hanya menyerang individual atau pemerintahan, industri bisnis juga menjadi sasaran empuk bagi para penjahat siber untuk diserang.

Dengan terus meningkatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang mendukung jalannya sebuah bisnis, maka semakin besar pula celah keamanan yang bisa dimasuki oleh para penjahat siber. Untuk menghindari serangan siber, sebuah bisnis seharusnya melakukan investasi secara maksimal dalam hal keamanan siber.

Namun sayangnya, kesadaran berinvestasi dalam keamanan siber oleh para pelaku bisnis masihlah sangat minim. Banyak pelaku bisnis yang merasa masih tidak memerlukan keamanan siber dalam sistem bisnis mereka, atau jika ada masihlah kurang maksimal.

Padahal menurut Fortinet, dari internal perusahaan saja, sistem dan jaringan bisa diserang apalagi jika tidak adanya keamanan siber maksimal, maka pihak eksternal yang berniat jahat pun akan sangat mudah sekali menyerang.

Chief Information Security Officer, Fortinet Philip Quade menjelaskan jika kini keamanan siber lebih mudah digunakan dibanding zaman dulu.

“Sekarang karena keamanannya sudah mulai tersegmentasi, kini jika kita ingin berbagi data sudah ada aturannya. Misal kita ingin berbagi data A, maka hanya data A yang kita berikan. Kita bisa berbagi data tertentu pada periode waktu tertentu. Tidak seperti dulu, jika kita ingin berbagi data maka seluruh bagian harus ikut terbagi. Akhirnya security kini bukan lagi sebagai cost atau biaya tetapi sebagai enabler,” tuturnya.

Lalu, jika berbicara tentang value yang akan diterima sebuah bisnis ketika berinvestasi dalam keamanan siber, kita bisa belajar dari kasus serangan siber WannaCry yang menyerang dua Rumah Sakit besar di Jakarta.

“Kami berbicara tentang risiko siber di sini. Risiko siber adalah kombinasi dari kerentanan, ancaman, dan konsekuensi buruk. Orang-orang teknologi Anda memahami tentang kerentanan dan ancaman, dan CEO Anda memahami konsekuensi buruk, seperti reputasi merek, ancaman yang dapat menurunkan harga saham, dan lain-lain. Maka nilainya adalah tentang harga yang bersedia Anda investasikan untuk mengamankan diri dari risiko siber,” katanya.

Jadi, bagi sebuah bisnis sangatlah penting berinvestasi untuk keamanan siber bisnis mereka, karena hanya dengan cara itulah mereka bisa merasa lebih aman terhadap seluruh sistem, jaringan dan data-data yang dimiliki.(pg)

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
telkom solution travel