blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

TNI sudah manfaatkan satelit BRISat

04:03:42 | 14 Mar 2018
TNI sudah manfaatkan satelit BRISat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyatakan sebagian dari transponder satelit BRISat  kini dimanfaatkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mabes TNI menggunakan jaringan BRISat untuk jalur komunikasi dengan pangkalan udara di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T) Indonesia. (Baca: Brisat)

Peluncuran uji coba pemanfaatan jaringan BRISat dilakukan oleh Direktur Utama BRI Suprajarto dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta, Selasa pekan lalu.

Suprajarto menjelaskan, satelit BRI kini tak hanya berperan dalam perekonomian, namun juga dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Ini sesuai dengan visi kami saat menggagas ide memiliki satelit, dimana pemanfaatannya tidak hanya digunakan oleh BRI, namun digunakan untuk kepentingan negara,” ujar Suprajarto.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2017 lalu BRI telah menyerahkan pemanfaatan 4 slot transponder BRISat kepada 5 Kementerian dan Lembaga Negara Indonesia. Kementerian dan Lembaga Negara tersebut diantaranya yakni Kepolisian Negara RI, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Badan Intelijen Negara RI, Badan Keamanan Laut dan Kementerian Keuangan RI.

BRI di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sebagai regulator di bidang telekomunikasi, memberikan 4 transponder BRISat yang terdiri dari 2 transponder C-band dan 2 transponder Ku-band, masing masing setara 36 MHz kepada sejumlah kementerian dan lembaga tersebut.

BRISat telah dimanfaatkan BRI untuk menyediakan jaringan komunikasi bagi agen BRILink di daerah pedalaman Papua, sehingga mampu mendukung kebijakan BBM Satu Harga yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Keberadaan agen BRILink di wilayah Pegunungan Arfak membuat pengelola pangkalan BBM dan masyarakat kini tak perlu menempuh medan yang berat (offroad) menggunakan mobil double gardan atau 4WD menuju akses perbankan terdekat di kecamatan Trafi yang berlokasi sekira 4 jam perjalanan. Biaya yang dikeluarkan untuk transportasi pun cukup besar, mencapai Rp 500.000 hingga Rp 1 juta untuk pulang pergi.

“Semakin luasnya penetrasi inklusi dan literasi keuangan ini akan membuat keberadaan BRI semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma