blanja 2019
telkomsel halo

TelkomGroup penyewa potensial untuk Palapa Ring Timur

07:55:44 | 05 Feb 2019
TelkomGroup penyewa potensial untuk Palapa Ring Timur
Direktur Utama BAKTI Anang Latif (dok)
telkomsat
JAKARTA (IndoTelko) -  Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI) optimistis infrastruktur fiber optik Palapa Ring Timur akan banyak diminati operator khususnya yang sudah memiliki pelanggan banyak di wilayah tersebut seperti TelkomGrup.

"Untuk Palapa Ring Timur saya yakin operator yang ingin masuk wilayah Indonesia Timur akan sewa infrastruktur ini jika selesai dibangun. TelkomGrup yang sudah eksis di sana akan sewa walau sudah punya Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS). Mereka akan butuh konfigurasi cincin dengan Palapa Ring Timur guna menambal jika SMPCS putus," ungkap Direktur Utama BAKTI Anang Latif belum lama ini.

Dikatakannya, infrastruktur Palapa Ring timur akan dapat beroperasi pada Juli 2019 mendatang.

Anang mengatakan, pembangunan kabel laut yang panjangnya mencapai 35.280 kilometer telah selesai dikerjakan. Sementara, untuk pemasangan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer masih terhambat karena kondisi geografis pegunungan Papua dan Papua Barat.

“Yang menjadi persoalan adalah menyelesaikan menara. Ada sekitar 50 menara yang disiapkan, khususnya di Papua dan Papua Barat,” ujar Anang.

Anang menjelaskan, dengan bantuan helikopter yang membawa bahan material ke daerah pegunungan diperkirakan sesuai target proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring timur Juli nanti dapat beroperasi. “Solusi yang kita lakukan dengan menggunakan helikopter. Setiap hari helikopter harus pulang pergi mengangkut material ke lokasi pembangunan,” ucap Anang.

Anang mengatakan, BAKTI Kominfo akan melakukan masa percobaan Palapa Ring timur guna memastikan tak ada lagi kendala. “Infrastrukturnya sudah selesai 100%. Kalau masa percobaan selama satu bulan tidak ada kendala, maka bulan juli 2019 Palapa Ring Timur sudah siap beroperasi,” ucap Anang.

Berkaitan dengan masalah keamanan di areal pegunungan Papua dan Papua Barat, Anang menyebutkan, hingga kini tidak ada masalah selama proses pembangunan infrastruktur telekomunikasi.  

“Kami selalu didampingi oleh pihak polisi maupun TNI. Jadi teman-teman badan usaha juga memastikan proses pembangunannya bisa dikejar sesuai target,” kata Anang.

Anang menuturkan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi bertujuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka sinyal tahun 2020 hingga ke wilayah pelosok. Proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring merupakan unggulan dari program kerja yang dilakukan Bakti Kemenkominfo yang terbagi menjadi tiga paket, yakni Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur.

Angkasa Pura 2
Menurut Anang, proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring juga upaya untuk mewujudkan konektivitas nasional. "Secara paralel, Bakti Kemenkominfo bekerja sama dengan mitra penyedia VSAT sebagai bagian dari ground segment. Melalui skema itu, kami harapkan dapat efisiensi biaya untuk memberikan layanan telekomunikasi yang lebih masif," ujar Anang.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma