telkomsel halo
finnet KTM

Program SmartGen Huawei 2018

SDM Indonesia harus lebih berperan di bidang TIK

09:09:00 | 10 Okt 2018
SDM Indonesia harus lebih berperan di bidang TIK
Suasana peluncuran Program SmartGen 2018 (dok)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Ristekdikti Republik Indonesia, Muhammad Dimyati, mengatakan orang Indonesia harus lebih berperan dalam pengembangan bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK).   

“Selama ini kita cenderung dimabukkan dengan ketergantungan pada teknologi luar.  Slogan luar negeri lebih bagus terus dicekoki selama ini,” kata Dimyati di sela-sela acara peluncuran kompetisi TIK (SmartGen Huawei) di Jakarta kemarin (09/10).

Ia berharap peneliti muda di dunia IT menjadi pelaku sekaligus penyedia teknologi dan layanan IT yang dibutuhkan di Tanah Air.  Dimyati pun mengapresiasi inisiatif Huawei yang mewujudkan sinergi antara industri dan universitas lewat program SmartGen 2018.

Menurutnya, dengan hadirnya kompetisi ini, ia berharap ke depannya lebih banyak lagi anak-anak muda Indonesia yang mengikuti kompetisi berskala global sebagai bagian dari program pembangunan kapasitas Sumber Daya Manusia. 

Ia pun menanggapi ketimpangan teknologi dan pengetahuan antara Indonesia dan negara lain khususnya Cina.  Ia berharap mahasiswa yang beruntung bisa menimba ilmu dalam program-program yang digelar Huawei dan perusahaan lainnya bisa di bagi kepada mahasiswa lain di almamaternya.

Dimyati pun menekankan perlunya melibatkan dan mendukung para dosen khususnya dalam riset dan pengembangan penelitian yang kerap dilakukan.  “Tidak hanya mahasiswa, dukungan kepada pengajar atau dosen pun sangat diperlukan,” tegasnya.

SDM Indonesia harus lebih berperan di bidang TIK

SmartGen 2018

Penyelenggaraan program Smart Generation (SmartGen) untuk kedua kalinya kembali di gelar Huawei.  Kali ini ada delapan kampus/perguruan tinggi yang dijadikan sebagai mitra. 

Delapan perguruan tinggi yang beruntung adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Telkom, Universitas Multimedia Nusantara,  dan Universitas Teknologi Sepuluh November.

Menurut Vice President Public Affair & Communications Huawei Indonesia Selina Wen, program SmartGen adalah wujud dari komitmennya untuk pembinaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang TIK Indonesia.

"Melalui Huawei ICT Academy, kami ingin membantu perguruan tinggi di Indonesia dalam menentukan sistem kompetensi akademik agar mahasiswa dalam kelulusannya dapat memenuhi standar kebutuhan industri," katanya.  

Sementara itu Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Republik Indonesia, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan bahwa kebutuhan sumber daya TIK unggulan masih sangat banyak.  Menurutnya, program SmartGen 2018 secara nyata juga membantu pemerintah dalam memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Dr. Med.Tri Hanggono Achmad, mengungkapkan pentingnya pembangunan ekosistem untuk mendorong produktivitas mahasiswa khususnya dalam bidang teknologi.  "Saya melihat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan dan pihak industri seperti Huawei, untuk membentuk ekosistem yang baik," ujar Tri Hanggono.  Menurut Tri, hal ini berguna untuk mendukung tercapainya revolusi industri di Indonesia.

Kompetisi Nasional TIK Indonesia ini akan digelar pada November 2018, dengan final nasional pada Desember 2018. Tim yang mewakili Indonesia akan bersaing dalam final wilayah Asia Pasifik pada Maret 2019 untuk memperebutkan tiket final kompetisi Global TIK Huawei di China pada Mei 2019.

Telin
SmartGen 2018 akan memfokuskan terhadap topik-topik terkini dalam dunia TIK seperti 5G, BigData, Artificial Intelligence (AI), komputasi awan, IoT (Internet of Things), dan Blockchain. (sg)

 

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI