telkomsel halo
finnet KTM

Lokalisasi data bisa tingkatkan kualitas industri game online

10:46:50 | 03 Dec 2018
Lokalisasi data bisa tingkatkan kualitas industri game online
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Penerapan lokalisasi data dinilai bisa meningkatkan kualitas industri game online nasional.

"Kalau belajar dari yang terjadi di Tiongkok dimana pemerintahnya memproteksi data elektronik secara ketat, terlihat mampu membawa negara itu ke puncak pasar games online dunia," ungkap Direktur Eksekutif Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Arki Rifazka di Jakarta, Senin (3/12).  

Mengutip data NewZoo dalam 2018 Global Games Market Report, terdapat 619,5 juta pemain games di Tiongkok dengan total revenue mencapai US$ 37,9 milyar.

Dalam satu semester, 94% para pemain games berbayar di Tiongkok berbelanja pernak-pernik virtual atau kelengkapan di dalam permainan.

Uniknya, meski laki-laki pengguna internet mendominasi populasi pemain online games untuk kategori PC games, console games dan mobile games, wanita justru melampaui lelaki dalam hal membeli pernak-pernik di dalam games berbayar.

Hal ini berbanding terbalik dengan situasi di Indonesia. Dari 43,7 juta gamers di Indonesia sepanjang tahun 2018, hanya 44% yang merupakan perempuan. Revenue yang dihasilkan pun tidak lebih dari US$ 879,7 juta menurut NewZoo. Akibatnya, Indonesia hanya menempati urutan 16 dalam pasar games internasional. (Baca: Potensi Mobile Game)

"Hal ini boleh jadi karena gamers perempuan di Tiongkok merasa aman ketika bermain dan berbelanja pernak-pernik di dalam games. Rasa aman itu tidak lepas dari proteksi data yang ketat oleh Pemerintah Tiongkok,” pungkasnya.

Sebelumnya, isu lokalisasi data yang akan direlaksasi Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui revisi atas Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) menimbulkan kontroversi di tanah air. (Baca: Kontroversi revisi PP PSTE)

MASTEL menyakini revisi PP No. 82/2012 merupakan sebuah kemunduran, sementara Kominfo menyakini sebagai bagian membangun ekosistem ekonomi digital.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma