telkomsel halo
finnet KTM

Kominfo akan sinergi dengan PII untuk pendanaan satelit HTS

10:12:00 | 23 Nov 2018
Kominfo akan sinergi dengan PII untuk pendanaan satelit HTS
Menkominfo Rudiantara.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan bersinergi dengan PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) untuk Proyek Satelit Multifungsi.

Satelit multifungsi atau dikenal High Throughput Satellite (HTS) akan melayani 149.400 lokasi layanan terdiri atas sekitar 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.900 kantor polisi/TNI, dan 3.700 Puskesmas dengan kecepatan akses internet 30 Mbps. Kapasitas yang diharapkan dari satelit ini adalah 150 Gbps untuk seluruh Indonesia.

"Keterlibatan badan usaha dalam pembangunan proyek infrastruktur semakin meningkat karena skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta) atau KPBU memiliki banyak keunggulan. Sudah terbukti di Palapa Ring, kita akan terapkan di proyek satelit multifungsi," ujar Menteri Rudiantara, belum lama ini. (Baca: Lelang satelit)

Dikatakannya, selama ini kendala dalam mengakses internet dan mahalnya biaya, seperti di Papua, Papua Barat, Maluku serta Maluku Utara, dibandingkan daerah lain di Indonesia disebabkan aturan dari operator perusahaan swasta.

Diharapkannya, melalui proyek infrastruktur satelit yang dirancang pemerintah akan membantu kemudahan masyarakat Indonesia mengakses internet dengan biaya standar seperti daerah lain.

“Investasi di bidang infrastruktur selalu sifatnya jangka panjang, low return, high risk. Karenanya dimana-mana, infrastruktur itu tanggung jawab pemerintah. Jadi kalau apa-apa infrastruktur sudah diberikan ke swasta tanpa ada insentif, tidak ada pihak swasta yang mau membangun” jelasnya.

Sedangkan Direktur Utama PT PII Arman Hermawan menuturkan, Proyek Palapa Ring merupakan proyek badan usaha yang tercepat progress proyeknya dengan skema availibility payment (AP).

"Sampai saat ini Palapa Ring merupakan prestasi baru dan contoh baik untuk pembangunan infrastruktur Indonesia dengan skema KPBU," katanya.

Proyek Palapa Ring merupakan model KPBU pertama dan tercepat dalam eksekusi.

Pembangunan Palapa Ring saat ini sudah mendekati 100% untuk semua kawasan. Pembangunan dibagi tiga, Barat, Tengah, dan Timur. Bagian Barat, April sudah beroperasi. Di Tengah sudah 99,5%, tinggal integrasi dan testing. Bagian Timur targetnya belakangan karena kontraknya belakangan, statusnya 78%.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma