telkomsel halo
finnet KTM

Indonesia masih menghadapi tantangan untuk transformasi digital

09:34:00 | 10 Okt 2018
Indonesia masih menghadapi tantangan untuk transformasi digital
Ketua Umum MASTEL kala mengumumkan rencana NXT Indonesia 2018 pada 24-26 Oktober 2018.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai Indonesia masih menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan transformasi digital.

“Kita menghadapi tantangan baru untuk dapat beradaptasi di era transormasi digital yang terus berevolusi, mulai dari keterbatasan akses, kesiapan infrastruktur, hingga keterbatasan akses pendanaan bagi start-up. Karenanya, kita perlu beragam perangkat canggih agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses TIK yang memadai. Inovasi inilah yang akan menjawab setiap tantangan tranformasi digital yang dialami di Indonesia,” ujar Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Kristiono, kemarin.

Mengutip penelitian dari McKinsey & Company, infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif, hingga US$ 150 milyar, terhadap perekonomian global dunia di tahun 2025. Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50% total penduduk di Indonesia.

Sistem cerdas dan TIK memegang peranan penting dalam menyukseskan tercapainya industri 4.0 di Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mencanangkan pemetaan industri 4.0 yang berfokus pada empat teknologi, termasuk IoT dan penggunaan teknologi digital untuk industri (big data, AR, Cloud, cybersecurity).

Pemerintah saat ini mengembangkan Palapa Ring, atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36,000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

“Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan besarnya dukungan serta terpenuhinya pembangunan dan akses TIK yang memadai, negara ini pasti akan terus mengalami kemajuan yang pesat,”katanya.

Managing Director Pamerindo Indonesia Ben Wong  menambahkan untuk mendukung transformasi digital di Indonesia kembali digelar pameran teknologi digital, NXT Indonesia 2018 pada 24-26 Oktober 2018 di JIExpo Kemayoran Jakarta, bersamaan dengan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia.  

Lebih dari 100 eksibitor akan berpartisipasi dalam pameran yang diperkirakan akan mendatangkan 5,000 buyers dan profesional di industri yang terkait.

“Kami mempertemukan ratusan perusahaan dari lebih dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Singapura, Taiwan, dan Tiongkok, dengan ribuan pengguna dari kalangan bisnis, lewat fasilitasi akses internet cepat di seluruh negara. Komponen yang kami sajikan pun beragam, mulai dari broadband & manajemen perangkat seluler, aplikasi seluler dan fintech, hingga teknologi nirkabel dan transmisi untuk serat optik,” ujarnya.

Acara ini mempertemukan lebih dari 45 pembicara eksekutif di bidang teknologi dan telekomunikasi dari berbagai pengalaman dan keahliannya, lewat sesi konferensi Indonesia Digital Summit 2018.(wn) 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma