blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Duuh, Indonesia belum punya data “real time” statistik telekomunikasi

09:38:15 | 09 Jul 2018
Duuh, Indonesia belum punya data “real time” statistik telekomunikasi
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Indonesia ternyata belum memiliki data real time statistik telekomunikasi dan teknologi informasi.

Selama ini, data statistik mengenai telekomunikasi Indonesia disajikan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika  setiap enam bulan atau tiap semester dan masih bersifat statis dalam bentuk cetak.

Ditjen SDPPIberencana  menyajikan data statistik telekomunikasi dan teknologi informasi Indonesia secara langsung (realtime). Sajian yang akan dikerjakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) itu diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku bisnis, pengambil kebijakan, maupun masyarakat luas.

“Nanti secara realtime bisa kita ekspos kepada pengguna kita untuk bisa dimanfaatkan,” kata Kepala Bagian Perencanaan Program dan Pelaporan, Setditjen SDPPI Arifah, belum lama ini.

Ditjen SDPPI menargetkan sajian dan konten data statistik langsung itu sudah bisa tersedia bagi pengguna dan masyarakat pada akhir semester dua 2018 ini.

"Dengan penyediaan data secara real time nanti berarti secara penyajian dan konten data statistik Ditjen SDPPI ada peningkatan positif. Jadi, antarsatker bisa memanfaatkan data-data Ditjen SDPPI ini, kemudian sejauh mana pihak eksternal memanfaatkan data-data ini,” kata Arifah.

Sesditjen SDPPI Sadjan mengharapkan agar data statistik Ditjen SDPPI kedepan juga mengupas mengenai digital economy, mengingat Indonesia pada 2020 diperkirakan akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia.

Erfiani, dari tim LPPM-IPB, mengatakan bahwa data statistik real time Ditjen SDPPI itu nantinya akan disajikan dalam web dalam bentuk data yang dinamis dan selalu up to date. Namun, ini diperlukan konsistensi Ditjen SDPPI dalam memperbarui data secara cepat.

“Ini mungkin bisa terlaksana pada semester berikutnya. Untuk semester satu ini masih pakai cara lama, nanti semester dua sudah diakumulasikan dengan data yang realtime,” tambahnya.

Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Eni, menyampaikan bahwa BPS siap mendukung untuk memberikan informasi dan data-data mengenai isu-isu strategis dalam bidang telekomunikasi dan teknologi informasi yang dibutuhkan Ditjen SDPPI.

Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi sorotan dalam isu ekonomi digital yakni network (jaringan), device (perangkat), dan application (aplikasi). “Nah kalau dari sisi network ini lebih banyak dari Kemkominfo, sedangkan dari BPS nanti bisa menyediakan data soal pengguna seluler Indonesia secara detil bahkan untuk tiap provinsi juga ada,” katanya.

Sementara dari sisi aplikasi yang terkait erat dengan eCommerce, BPS mungkin baru bisa menyediakan data validnya pada 2019 karena surveinya baru dilaksanakan pada tahun depan.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma