telkomsel halo
finnet KTM

BRI terapkan Cloudera Enterprise percepat inklusi keuangan di Indonesia

07:46:00 | 03 Dec 2018
BRI terapkan Cloudera Enterprise percepat inklusi keuangan di Indonesia
Indra Utoyo, Direktur TI dan Operasional BRI (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Cloudera baru-baru ini mengumumkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia, telah menerapkan Cloudera Enterprise untuk memanfaatkan kekuatan data mereka sehingga dapat menyajikan layanan yang lebih baik bagi para konsumennya dan mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia. 

Dengan memperkuat platform big dataperusahaan melalui solusi Cloudera, lembaga keuangan itu telah memperluas basis pelanggannya dan meningkatkan kemampuan pendeteksian penipuan melalui teknologi pembelajaran mesin.

Bank ini memiliki spesialisasi dalam pinjaman keuangan mikrodan melayani sekitar 30 juta klien ritel melalui lebih dari 4.000 cabang, unit, dan pos pelayanan pedesaan di seluruh Indonesia. Guna semakin menumbuhkan bisnisnya, BRI perlu memanfaatkan nilai yang seutuhnya dari data pelanggan, tidak hanya untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, tetapi juga untuk mendapatkan pelanggan baru.

Besarnya data pelanggan mengharuskan BRI memulai misi untuk mendigitalisasi kegiatan operasionalnya dengan menerapkan sebuah platform pengelolaan data modern yang skalabel, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan mengganti sistem lama mereka dan beralih ke Cloudera Enterprise, BRI mampu menganalisis data historis yang terkumpul selama lima tahun dan menggunakan informasi yang dihasilkan untuk meningkatkan sistem penilaian kredit mereka. Informasi yang dihasilkan juga menyingkapkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku pelanggan. Berbekal pengetahuan tersebut, BRI kini dapat mendorong penjualan yang lebih besar melalui layanan cross-sellingdan upsellingyang paling relevan bagi setiap pelanggan yang ada.

Ini merupakan salah satu wujud komitmen BRI yang selalu sejalan dengan Visi Go Digital 2020 yang dicanangkan pemerintah Indonesia dan berfokus pada percepatan tingkat inklusi keuangan di Indonesia. Sebelumnya, BRI selalu mendistribusikan pinjaman dengan cara tradisional yang seringkali menyita waktu dan membutuhkan proses yang panjang. Hal ini menjadi penghambat dalam mendorong tingkat inklusi keuangan. 

Dengan mengadopsi pendekatan berbasis data dan menerapkan pembelajaran mesin, BRI mampu meningkatkan penyerapan pinjaman digital dan mengembangkan tingkat produktivitas dalam hal pemrosesan pinjaman kredit hingga 50%, sehingga mengurangi waktu yang diperlukan dari dua minggu menjadi dua hari saja. Menurut laporan Global Findex Database 2017, hampir 50% orang dewasa di Indonesia kini telah memiliki rekening bank. Hal ini mencerminkan kemajuan yang telah dicapai oleh negara dalam mendorong inklusi keuangan. Dan BRI bermaksud untuk semakin mempersempit kesenjangan inklusi keuangan ini dengan memberikan akses yang lebih besar terhadap pinjaman bank secara digital melalui pengenalan aplikasi.

Dari sisi keamanan data, BRI juga baru-baru ini memulai proyek percontohan untuk meningkatkan Fraud Detection System(Sistem Pendeteksian Penipuan). Cloudera Data Science Workbench digunakan untuk mengembangkan suatu model pembelajaran mesin untuk pendeteksian penipuan dengan memanfaatkan data dari beberapa set data. Model ini akan diterapkan dan bekerja secara real-timedengan menerapkan HBase sebagai penyimpanan data di backend. Dengan Fraud Detection System yang baru dikembangkan ini, BRI akan mampu memroses dan mendeteksi penipuan secara real timedengan menyoroti berbagai anomali yang ditemukan dalam berbagai peristiwa yang terjadi di beragam touch pointspara pelanggan, seperti di mesin ATM dan portal internet banking.

Dikatakan Direktur TI dan Operasional BRI Indra Utoyo, pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan yang secara terus-menerus menjawab permintaan pelanggan sekaligus mengurangi risiko. “Platform Cloudera yang aman, skalabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku, telah memberdayakan kami untuk menganalisis volume data yang sangat besar, yang kemudian memungkinkan kami untuk membuat keputusan berdasarkan informasi, yang membantu mengurangi tingkat kehilangan jumlah pelanggan, meningkatkan wallet share, dan mencegah penipuan dengan lebih baik. Kami juga memilih Cloudera karena referensi yang kuat di pasar Indonesia dan dukungan teknis yang tangguh yang diberikan oleh tim lokal dan global mereka,” katanya.

Sementara itu, Vice President for Asia Pacific and JapanCloudera Mark Micallef menegaskan, agar tetap dapat menjadi yang terdepan dalam kompetisi, bank-bank membutuhkan analitik dan pembelajaran mesin untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pelanggan mereka guna menghadirkan penawaran yang lebih terpersonalisasi, mentaati ketentuan yang berlaku, serta mengurangi risiko. “Kami sangat senang untuk membantu BRI dalam meraih peluang-peluang pertumbuhan baru dan menghadapi berbagai tantangan bisnis yang kompleks,” tegasnya. (sg)  

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma