telkomsel halo
finnet KTM

Bahas potensi dan tantangan IoT, AIBP 2018 segera digelar

08:47:00 | 08 Aug 2018
Bahas potensi dan tantangan IoT, AIBP 2018 segera digelar
Agenda Asia IoT Business Platform (dok)
telkomtelstra januari - maret

JAKARTA (IndoTelko) – Asia Iot Business Platform (AIBP) tahun ini kembali digelar.  Menurut rencana, acara yang digelar keempat kalinya di Jakarta ini akan berlangsung dua hari, yakni pada 28-29 Agustus 2018.

Fokus pada perusahaan telekomunikasi lokal dan vertikal, Asia IoT Business Platform merupakan platform pendidikan yang dibuat oleh industri, untuk industri, dengan tujuan menangani isu-isu utama yang dihadapi penerapan teknologi IoT di kawasan ASEAN.

Program ini mendorong perusahaan untuk memahami dan belajar tentang adopsi teknologi IoT untuk bisnis mereka. Berdiri sejak tahun 2013, Asia IoT Business Platform telah mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah lokal dan perusahaan telekomunikasi. 

Menurut rencana, perhelatan kali ini akan fokus pada keterlibatan penyedia solusi IoT dan perusahaan untuk menyoroti keberhasilan dan mengatasi tantangan dalam mengimplementasikan proyek IoT . 

Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, acara ini akan menyatukan lembaga pemerintah lokal, perusahaan dan penyedia solusi IoT internasional untuk memahami bagaimana Teknologi IoT dapat diterapkan pada bisnis untuk meningkatkan proses internal.

Dengan populasi lebih dari 265 juta orang dan mencapai pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% setiap tahun, Indonesia tetap menjadi titik terang untuk investasi.  Ada sektor-sektor ekonomi tertentu yang akan mendapat manfaat dari penggunaan teknologi IOT. 

Misalnya,  diperkirakan bahwa pada tahun 2030, industri otomotif akan memproduksi 46 juta kendaraan, sektor utilitas akan membangun 83 juta rumah bagi 300 juta orang, sementara 57 juta usaha kecil menengah (UKM) akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Indonesia memainkan peran yang berpengaruh dalam penerapan roadmap Industry 4.0 melalui “Making Indonesia 4.0” untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Dijadwalkan dalam konferensi ini akan menghadirkan pembicara-pembicara antara lain : perwakilan pemerintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Departemen Perindustrian; Arief Musta'in, Kepala Divisi Layanan Digital, Telkom; Kirill Mankovski, Chief Enterprise Officer, XL Axiata; Stuart Kelly, Eksekutif GM Enterprise, Vodafone; Young-Su Lee, Divisi Bisnis VP IoT, SK Telecom; Loo Boon Chee, Kepala IoT, Starhub; Ronni Rombe, Direktur, Sinar Mas Agro Resources & Technology (SMART); Ravinder Mawa, CIO, Sinar Mas Mining; Benny Woenardi, Managing Director, Cikarang Dry Port; Ari Askhara, Managing Director, Pelabuhan Indonesia III; Novrihandri, Direktur Keuangan dan TI, Angkasa Pura I; Suyanto Tjoeng, Direktur, Puninar Logistik; Kata Badrul Nahar, Country IT Director, DHL Supply Chain; Radityo Triatmojo, Kepala Hubungan Pemerintah, Shopee Indonesia; dan Kemenangan Steven Calvin, VP, iLOTTE, dan lain-lain. 

Direktur Platform Bisnis Asia IoT, Irza Suprapto menyambut positif perkembangan IoT di Indonesia.  “Kami telah mengamati langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam menyusun strategi digitalisasi untuk memungkinkan mereka bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga regional,” katanya.    

Menurutnya, AIBP akan fokus untuk menampilkan perusahaan lokal dan juga mendiskusikan masa depan aksi bisnis Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan yang mengesankan menggunakan teknologi.

Dikatakannya, IoT telah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia dan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Namun, rintangan tetap ada. 

Dalam survei terhadap 1.573 individu yang mewakili bisnis di kawasan dengan mengacu pada penerapan proyek terkait IoT, faktor-faktor ini memberi peringkat sebagai tantangan paling penting diantaranya : biaya proyek, masalah keamanan, dan kompatibilitas dengan sistem sebelumnya. (sg)

 

 

 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma