telkomsel halo
finnet KTM

23 perusahaan berminat uji coba Palapa Ring Tengah

08:52:00 | 24 Dec 2018
23 perusahaan berminat uji coba Palapa Ring Tengah
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkapkan sebanyak 23 perusahaan tertarik untuk melakukan uji coba operasi di proyek Palapa Ring Tengah yang telah selesai dibangun. 

"Palapa Ring Tengah yang terdiri atas jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer melintasi 17 kabupaten dan kota sudah selesai dibangun dan siap diuji coba sebelum mulai dioperasikan penuh," ungkap PLT Kepala Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan, kemarin.

Palapa Ring Tengah yang dibangun melintasi  Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara itu terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1,787,06 km kabel laut.

Proyek yang bernilai  Rp1,38 triliun itu beroperasi memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps. Titik lokasi yang dilalui Palapa Ring Tengah, merupakan jalur bebas gempa. Paket itu dikerjakan PT LEN Telekomunikasi Indonesia yang memulai kontrak pada tanggal 4 Maret 2016. (Baca: Proyek Paring Tengah)

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur. 

Sebelumnya, Palapa Ring Paket Barat sudah rampung 100% pada bulan Maret 2018. Adapun Palapa Ring Paket Timur, hingga bulan ini telah selesai 88,14%.

Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.

23 perusahaan berminat uji coba Palapa Ring Tengah

Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).

Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment, memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi. 

Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring.  Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma