blanja 2019
telkomsel halo
finnet KTM

Vivo targetkan produksi 800 ribu smartphone per bulan di 2019

17:32:00 | 10 Dec 2018
Vivo targetkan produksi 800 ribu smartphone per bulan di 2019
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Vivo akan menambah target jumlah produksi smartphone hingga mencapai lebih dari 800.000 unit perbulannya pada tahun 2019 di pabrik Cikupa, Tangerang.

Basis produksi Vivo masih difokuskan untuk memenuhi permintaan domestik terhadap seri ponsel vivo, antara lain Vivo V11 Pro, Vivo V11; maupun rangkaian seri Y seperti Y91 dan Y95.

“Seiring dengan ekspansi pasar, kami berterima kasih atas dukungan konsumen sehingga permintaan akan smartphone Vivo semakin meningkat. Komitmen untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia dan menghadirkan rangkaian teknologi serta fitur inovatif menjadi motivasi kami untuk terus memperluas cakupan produksi di Indonesia,” tutur General Manager for Brand and Activation Vivo Mobile Indonesia Edy Kusuma dalam keterangan, Senin (10/12).

Terus Berekspansi
Pada Agustus 2017, pabrik Vivo Mobile Indonesia telah mengalami perluasan lahan hingga lebih dari dua kali lipat guna meningkatkan kapasitas produksi.

Perluasan pabrik yang awalnya hanya satu gedung telah berkembang menjadi tiga gedung, dan pada tahun 2018 menjadi empat gedung. Untuk mendukung target produksi yang lebih tinggi di tahun 2019, vivo berencana melanjutkan ekspansi dengan menambah gedung baru.

Peningkatan kapasitas dan target produksi di pabrik diikuti dengan penambahan Line Checking di tahun ini, dimana masing-masing line memiliki beberapa person in charge untuk memastikan smartphone vivo telah dirakit dengan benar. Penambahan line baru ini semakin memastikan kualitas dari smartphone yang dihasilkan dari pabrik vivo di Cikupa sesuai dengan standar Vivo Global.

Seiring dengan perluasan area pabrik, Vivo Mobile Indonesia pun berencana untuk terus meningkatkan kontribusi penyerapan SDM lokal.

Jika dibandingkan pada pertama kali berdiri, pabrik milik PT Vivo Mobile Indonesia mengalami signifikan dalam hal jumlah karyawan. Dari awal produksi pada tahun 2016, jumlah karyawan pabrik independen Vivo di Cikupa kini telah meningkat hingga hampir 5 kali lipat yang terdistribusi baik dalam produksi, supervisi, hingga administrasi.

Lebih lanjut Edy mengatakan hadirnya teknologi baru dan fitur smartphone yang terus berkembang menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga konsistensi produksi Vivo di tanah air.

“Tren smartphone yang terus berkembang memang tak bisa dihindari seiring perubahan perilaku pengguna smartphone yang semakin kompleks. Hal ini tentu saja harus dijawab oleh pelaku Industri termasuk Vivo, untuk menghadirkan teknologi pendukung produksi agar fitur tersebut dapat dinikmati oleh seluruh konsumen," katanya.

Salah satu contoh adalah ketika Vivo menghadirkan V11 Pro dengan Screen Touch ID pertama di Indonesia pada September lalu. Untuk mengakomodasi teknologi ini, rangkaian peralatan produksi terbaru, dan checking line pun ditambahkan agar standar global R&D untuk Screen Touch ID dapat diaplikasikan oleh Vivo di Indonesia.

“Proses produksi yang cepat dan ketat ditambah dengan standar kontrol kualitas yang tinggi di pabrik Independen vivo di Cikupa untuk menjamin setiap smartphone vivo yang dibeli oleh konsumen di Indonesia merupakan produk yang aman dan terpercaya,” pungkas Edy.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Financial Analysis
Kinerja Telkomsat terus melesat