blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Gaet Intersputnik, UniSat akan luncurkan satelit HTS di 2020

13:30:13 | 28 Feb 2017
Gaet Intersputnik, UniSat akan luncurkan satelit HTS di 2020
Suasana peluncuran kerjasama UniSat dan Intersputnik (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Universal Satelit Indonesia (UniSat)akan meluncurkan satelit High throughput satellites (HTS) pada 2020 yang akan menempati slot orbit 103 Bujur Timur atau berada di sekitar Kota Padang dan Jambi.

HTS adalah klasifikasi untuk satelit komunikasi yang menyediakan setidaknya dua kali, meskipun biasanya dengan faktor 20 atau lebih, total throughput satelit FSS klasik untuk jumlah yang sama dialokasikan spektrum orbital sehingga secara signifikan mengurangi biaya per bit.

Teknologi HTS biasanya memiliki kapasitas akses data lebih besar. Jika saat ini kapasitas maksimal Throughput adalah 155 Mbps, melalui teknologi High Throughput Satellite (HTS), kecepatan akses data bisa mencapai 100Gbits.

Implementasi sistem High Throughput Satellite (HTS) dapat diterapkan pada semua jenis transponder, seperti Ka-Band, Ku-Band, dan C-Band.

"Kita gandeng Intersputnik dari Rusia untuk kerjasama slot orbit 103 Bujur Timur. Sementara untuk satelitnya sendiri akan adopsi pola Condosat," ungkap Presiden Direktur UniSat Widodo Mardijono di Jakarta usai penandatanganan kerjasama dengan Intersputnik disaksikan Menkominfo Rudiantara dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (28/2).

Asal tahu saja, Condosat adalah model bisnis dalam satu satelit terdapat beberapa pemilik transponder. Praktik ini biasa digunakan oleh operator satelit guna mengurangi investasi.

Artinya, untuk meluncurkan satelit UniSat pola yang diadopsi adalah kolokasi slot orbit dengan Intersputnik dan Condosat dengan operator lainnya untuk transponder.

Intersputnik sendiri bukan pemain baru di dunia satelit. Pesaingnya adalah Intelsat kala perang dingin terjadi puluhan tahun lalu.

Organisasi ini dikenal memiliki banyak slot orbit, selain berbisnis peluncuran dan penyewaan satelit. Beberapa slot orbit yang dikuasai Intersputnik adalah 62,5 bujur timur, 103 bujur timur, 156 bujur timur, 159 bujur timur, dan 164 bujur timur.

Widodo mengungkapkan tender dari pengadaan satelit UniSat akan dimulai pada September mendatang."Sekarang kami tengah mengumpulkan informasi dari pabrikan satelit. Model kontrak semua kita pertimbangkan, bisa in orbit delivery (IOD) atau On Ground Delivery (OGD)," ulasnya.

Komisaris Universal Satelit Indonesia Haryanto Sie memprediksi satelit yang akan diluncurkannya membawa sekitar 38 transponder dengan investasi sekitar US$ 200 juta hingga US$ 300 juta.

"Sudah ada beberapa pabrikan kontak kami misalnya, Thales Alenia Space, Mitsubishi Electric, ISS-Reshetnev, Lockhead Martin, dan lainnya," katanya.

Pada kesempatan sama, Menkominfo Rudiantara menyambut gembira model kerjasama yang dikembangkan oleh UniSat dalam mencari terobosan keterbatasan transponder asli punya Indonesia. "Kita kan banyak sewa transponder asing. Ini bisa atasi kekurangan pasokan itu," kata Rudiantara.

Menurutnya, satelit HTS lumayan dibutuhkan di Indonesia karena memungkinkan hubungan langsung dari terminal menuju satelit yang digunakan untuk Internet. "Ini akan bagus, artinya masyarakat Sumbar dan Sumatera akan nikmati broadband nanti," tutupnya.

Dalam catatan, secara industri pasar satelit di Indonesia diprediksi mencapai 30 juta orang (untuk layanan broadband) dengan perkiraan nilai menca pai Rp3 triliun jika perhitungan demand 250 transponder yang bernilai US$900ribu/transponder.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma