blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Tri prediksi “Luka” dari registrasi ulang prabayar sembuh pasca lebaran

09:14:00 | 23 May 2018
 Tri prediksi “Luka” dari registrasi ulang prabayar sembuh pasca lebaran
Chief Commercial Officer Tri, Dolly Susanto.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Operator Hutchison 3 Indonesia (H3I/Tri) memprediksi dampak dari registrasi ulang pelanggan prabayar berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) baru akan selesai pasca Lebaran 2018 atau akhir Juni mendatang.

Tri adalah salah satu operator yang menderita “luka” paling dalam karena kebijakan registrasi ulang prabayar berbasis NIK dan KK dimana tadinya masih memiliki 63,8 juta nomor prabayar. (Baca: tri Kehilangan Pelanggan)

Saat pemblokiran diberlakukan pada 30 April 2018 dan rekonsiliasi dilakukan dengan menghitung data hits pada sistem data kependudukan Ditjen Dukcapil dan data registrasi, Tri tersisa memiliki 18 juta nomor prabayar.

“Memang kami kehilangan banyak pelanggan karena registrasi ulang itu. Tetapi tak memberikan pengaruh di sisi pendapatan karena trafik tetap tinggi. Apalagi, hingga sekarang pelanggan masih terus melakukan registrasi ulang karena butuh akses internet dari Tri disamping akuisisi pelanggan baru,” ungkap Chief Commercial Officer Tri, Dolly Susanto kala buka puasa bersama media, kemarin.

Diungkapkannya, per 22 Mei 2018 pelanggan Tri di posisi 30 juta nomor. Pasca 30 April 2018 animo pelanggan melakukan registrasi ulang lumayan tinggi karena nomornya terblokir yakni mencapai 2 hingga 3 juta nomor teregistrasi.

“Sekarang registrasi jalan terus di posisi sejuta hingga 500 ribu nomor. Sekitar 60% pelanggan yang registrasi ulang untuk buka blokir, sisanya akuisisi pelanggan baru. Melihat tren seperti ini kami prediksi akhir Juni atau setelah Lebaran nanti baru stabil jumlah pelanggan Tri,” ulasnya.          

Menurutnya, program registrasi ulang banyak sisi positifnya karena  dari sisi margin, pelanggan yang telah melakukan registrasi kartu SIM dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan.

Sekarang operator bisa menghemat pengeluaran untuk kartu SIM. Sementara di sisi lain, isi ulang pulsa mengalami peningkatan yang tentunya menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis.

“Kami jadi lebih mengenal pelanggan. Kami pun bisa lebih fokus kepada pelanggan, karena sudah mengenal mereka dengan lebih baik. Kalau sebelumnya di industri churn rate itu 20%, saya rasa turun sekarang berubah menjadi lebih rajin isi ulang pulsa. Sekarang isi ulang 3 sampai 4 kali,” ungkapnya.

Head of Core Network Planning Tri, Gustiansyah Wilson mengungkapkan penurunan jumlah pelanggan membuat kapasitas kanal per pelanggan menjadi lebih besar.

Dampaknya, jumlah kapasitas yang dinikmati pelanggan meningkat, kemudian diikuti pula dengan peningkatan trafik.

“Jadi misalnya, sebelumnya 100 pelanggan berebut menggunakan kanal yang ada, tapi dengan adanya registrasi, jumlahnya menjadi 70. Akibatnya, tiap orang bisa menikmati kanal lebih besar, sehingga konsumsi datanya naik,” ulasnya.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
idul fitri 2018