blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

2017, TIK Indonesia memprihatinkan

08:46:28 | 29 Dec 2017
 2017, TIK Indonesia memprihatinkan
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia di 2017 secara keseluruhan begitu memprihatinkan.

Memang ada beberapa perkembangan positif, namun harapan untuk menjadikan TIK  yang mandiri, berdaulat dan memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo belumlah terwujud.

Demikian salah satu catatan penting yang dikeluarkan tiga lembaga yang selama ini bergerak dalam pemberdayaan TIK nasional yaitu Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII), Indonesia ICT Institute, dan IndoTelko Forum.

Dalam catatan akhir tahun 2017 yang dikeluarkan tiga organisasi itu, Indeks Pembangunan ICT (ICT Development Index) yang dikeluarkan lembaga internasional-ITU, walaupun secara peringkat Indonesia naik dari 115 ke-111, namun  secara substantif ini tidak mengubah peta pembangunan TIK di kawasan ASEAN.

"Indonesia berada jauh di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, yang bahkan juga masih di bawah Filipina dan Viet Nam. Ini mengindikasikan bahwa secara substantif, pembangunan ICT Indonesia tidaklah sedahsyat yang dilakukan negara-negara se-kawasan," tegas Juru Bicara tiga organisasi itu yang juga Direktur LPPMII Kamilov Sagala dalam keterangan, (28/12).

Menurutnya, jika dilihat dari segi pemanfaatan, sepanjang 2017, yang merupakan kelanjutan pemanfaatan khususnya media sosial di periode kuartal terakhir 2016, tahun 2017 ini adalah merupakan tahun tumbuh suburnya berita hoak, yang nampaknya belum ada penyelesaian secara komperehensif.

Ditambah lagi, juga kian maraknya ujaran kebencian, yang menjadi sinyal juga perubahan penggunaan Pasal 27 ayat 3 UU ITE yan selama ini dipakai terkait pencemaran nama baik/fitnah, menjadi Pasal 28 ayat 2 karena dikaitkan dengan SARA dan dengan masa hukuman di atas 5 tahun, sehingga yang dianggap sebagai pelaku dapat langsung ditahan.

Banyak Program
Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menambahkan, alam hal mengoptimalkan perkembangan ekonomi yang mengarah ke digital, pemerintah Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun 2017-2019.

"Memang ini patut diapresiasi. Namun demikian, perlu upaya jelas dan nyata apa yang dilakukan pemerintah sendiri dengan target dan capaian yang mudah untuk diukur dan dirasakan manfaatnya," katanya.

Dalam kacamata bapak tiga anak ini, begitu banyak agenda yang dilakukan pemerintah, seperti Program 1000 Startup, Program 100 Kota Cerdas, Program 1 Juta Penjaga Keamanan Informasi dan lainnya.

Namun, publik mengalami kebingungan apakah program tersebut dilakukan langsung sebagai inisiatif pemerintah, atau dilakukan komunitas/masyarakat, sebab jika bukan dilakukan pemerintah maka target capaian sulit untuk ditentukan.

"Ini perlu ditegaskan mengingat pemerintah sendiri memiliki target untuk menjadikan TIK Indonesia sebagai Digital Energy of Asia," katanya.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
idul fitri 2018