blanja 2019
telkomsel halo
finnet KTM

Ini terobosan Kominfo genjot infrastruktur fixed broadband

07:42:35 | 18 Dec 2018
Ini terobosan Kominfo genjot infrastruktur fixed broadband
Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Benyamin Sura.(dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan sejumlah terobosan dalam rangka menggenjot pembangunan infrastruktur fixed broadband.

Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Benyamin Sura mengungkapkan untuk melakukan penggelaran jaringan fixed broadband biaya investasinya tinggi. Apalagi di daerah-daerah yang geografisnya sulit serta daya beli masyarakat yang masih rendah.  

"Saat ini kita sedang melakukan percepatan pembangunan fixed broadband melalui intervensi Pemerintah dan regulasi. Proses regulasi melalui surat edaran infrastruktur pasif yang ruang lingkupnya diantaranya untuk saluran bawah tanah (ducting), infrastruktur tiang telekomunikasi (pole), infrastruktur tiang microcell, infrastruktur Menara telekomunikasi dan infrastruktur terowongan (tunnel),” ujarnya, kemarin.

Dalam target Perpres Rencana Pita Lebar Indonesia, target fixed broadband adalah 71% untuk rumah tangga di perkotaan dan 49% rumah tangga di perdesaan yang harus dicapai hingga saat ini penetrasi fixed broadband baru mencapai 9,38% terhadap rumah tangga secara nasional. Saat ini masyarakat condong menggunakan mobile daripada fixed.  

Selain regulasi beberapa langkah sudah dilakukan oleh Kemenkominfo dalam percepatan penetrasi fixed broadband seperti pada tahun 2018 telah dilakukan uji coba bantuan layanan penyewaan akses internet terhadap pelaku usaha lokal selama 5 bulan.

“Diharapkan, nanti setelah bantuan tersebut berakhir, masyarakat bisa melanjutkan untuk sustainability secara mandiri. Uji coba ini juga akan dievaluasi, sejauh mana dapat membantu peningkatan ekonomi, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di masing-masing wilayah. Harapannya pada tahun 2019 program ini akan kami lakukan lebih masif, tentu kami sedang siapkan regulasi yang lain juga untuk mendukung percepatan program yang lebih besar," jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit Ekosistem Pita lebar, Direktorat Pengembangan Pita lebar Kemenkominfo, Dany Suwardany menjelaskan, kondisi capaian penetrasi akses fixed broadband terhadap rumah tangga dan populasi saat ini masih jauh dari target, dimana sesuai data laparan kinerja operasi (LKO) tahun 2017, penetrasi fixed broadband baru mencapai 9,38% terhadap rumah tangga nasional atau sekitar 6.3 juta pelanggan.

Sedangkan bila dihitung secara populasi dengan asumsi 1 rumah tangga terdapat 4 penduduk maka capaiannya baru 9,62%, Kondisi ini berbanding terbalik dengan penetrasi mobile broadband yang sudah mencapai 96% terhadap populasi.

“Melihat kondisi rendahnya capaian penetrasi fixed broadband tersebut maka diperlukan suatu intervensi baik secara regulasi maupun pembiayaan dari pemerintah untuk meningkatkan penetrasi dan pemerataan akses tetap pita lebar,” jelas Dany Suwardany.

Pada tahun 2018 ini Direktorat Pengembangan Pita lebar telah menginisiasi uji coba penyediaan fasilitasi akses tetap pita lebar (fixed broadband) pada wilayah non 3T dengan melakukan kerjasama dengan Telkom sebagai penyedia layanan akses internet.

Lokasi uji coba tersebar pada 6 lokasi yaitu 3 kabupaten di DIY, 1 kabupaten di Jawa Barat dan 2 kabupaten di Jawa Timur. Lokasi uji coba ini di pilih berdasarkan hasil koordinasi dan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Dinas terkait di Daerah. 

Dalam kajian yang dikeluarkan DBS Group Research pada November 2018 memperkirakan penetrasi layanan fixed broadband di Indonesia bisa mencapai 20% dari populasi dalam tiga tahun mendatang. Diperkirakan ada tambahan 9 juta rumah tangga yang akan menggunakan layanan ini.

Dalam kajian yang dikeluarkan Frost & Sullivan di awal 2018, diprediksi potensi pasar fixed broadband di Indonesia pada 2017 sebesar US$ 52 juta dan menjadi US$ 66 juta pada 2022.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Financial Analysis
Kinerja Telkomsat terus melesat