telkomsel halo
finnet KTM

Laporan dari Orlando

Ambisi 3 besar regional, Telkom sulap Patrakom menjadi TelkomSat

04:25:55 | 09 Aug 2018
Ambisi 3 besar regional, Telkom sulap Patrakom menjadi TelkomSat
Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga (kiri) didampingi Direktur NITS Telkom Zulhelfi Abidin dan Direktur WINS Telkom Abdus Somad Arief memberikan keterangan ke media usai menyaksikan peluncuran Satelit Merah Putih dari SLC 40 Cape Canaveral Air Force Station Selasa (7/8) dini hari waktu Florida.(dok)
telkomtelstra januari - maret
FLORIDA (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memasang target tinggi dalam menjalankan bisnis satelit pasca peluncuran satelit Merah Putih pada Selasa pagi (7/8) pukul pukul 01.18 waktu Florida atau pukul 12.18 WIB dari SLC 40 Cape Canaveral Air Force Station   menuju slot orbit 108 Bujur Timur (BT).

"Kami dalam lima tahun kedepan ingin menjadi tiga besar di regional untuk bisnis satelit. Kita tengah konsolidasikan bisnis satelit dalam satu anak usaha yakni Telekomunikasi Satelit Indonesia (TelkomSat)," ungkap Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga sesaat setelah Satelit Merah Putih meluncur dari SLC 40 Cape Canaveral Air Force Station Selasa (7/8) dini hari waktu Florida.

Dijelaskannya, TelkomSat sebenarnya adalah PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) yang selama ini menyediakan layanan maritime broadband. Telkom menguasai 100% saham Patrakom pada 2013 lalu. (Baca: Patrakom)

"Kita sudah ubah anggaran dasar Patrakom dengan mencantumkan perubahan nama menjadi TelkomSat dan sudah disahkan Kementrian Hukum dan HAM. TelkomSat ini akan menjadi sentral konsolidasi dari semua bisnis satelit yang dijalankan Telkom dari hulu ke hilir," ulasnya. (Baca: Strategi Telkom kembangkan satelit)

Dijelaskannya, saat ini Telkom membagi bisnis satelit sesuai pasar yakni Upstream dan Downstream. Upstream adalah untuk mengelola beberapa satelit yang dimiliki Telkom di angkasa dan wholesale transponder. Sementara downstream memberikan pelayanan diantaranya Very Small Aperture Terminal (VSAT). (Baca: Bisnis satelit Telkom)

Selama ini Telkom mengandalkan Divisi Enterprise, Patrakom, serta unit bisnis TelkomMetra, Metrasat, untuk mengelola bisnis satelit yang sudah dijalankannya sejak 42 tahun lalu. Bisnis satelit diperkirakan berkontribusi ke total pendapatan TelkomGroup sekitar 8,8%. (Baca: Metrasat)

"Best practice di dunia sekarang pemain Telco lakukan spin off layanan satelitnya. Kita ikuti best practice yang ada agar TelkomSat nanti menjadi lebih lincah dan agresif," katanya.

Menurutnya, mengkonsolidasikan bisnis satelit pada satu anak usaha adalah ideal bagi Telkom sebagai induk usaha. "Telkom jika mengurus terlalu banyak hal menjadi tak fokus. Selain itu akan kasihan nanti investor yang ingin tahu sebenarnya bagaimana kinerja dari bisnis satelit Telkom itu. Kalau dikonsolidasikan di satu anak usaha tentu akan lebih mudah mengetahui kinerja, membuat anak usaha ini agresif, dan produktif," katanya.

Dikatakannya, saat ini proses konsolidasi terus berjalan dimana para engineer satelit yang dimiliki Telkom dan tengah tersebar di unit bisnis akan ditarik ke TelkomSat.

"Target kami tahun ini nama TelkomSat sudah berjalan dan begitu juga konsolidasinya. Harapannya, jika dalam lima tahun bisa menjadi pemain tiga besar regional. Peluang menjadi pemain regional terbuka lebar karena kita punya satelit Merah Putih yang memiliki beam ke Asia Selatan. Harapan saya jika target yang ditetapkan ke TelkomSat tercapai, akan lebih mudah dimonetisasi seperti melantai ke bursa saham," pungkasnya.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 active transponders, terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan. (Baca:Satelit Merah Putih)

Satelit ini akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. Kehadiran Satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih aktif beroperasi, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S.

Keberhasilan peluncuran ini sekaligus menandai 42 tahun kiprah Telkom dalam bisnis. Satelit Merah Putih akan menambah jumlah transponder milik Telkom dari 73 menjadi 133 transponder.(dn) 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma