blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Telkom dukung LAPAN kembangkan industri keantariksaan

06:31:54 | 04 Apr 2018
Telkom dukung LAPAN kembangkan industri keantariksaan
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kiri) dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin (kanan) saat menandatangani naskah kerjasama tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Satelit dan Produk Lainnya Sinergi Bidang Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment dan Services dengan Teknologi Penerbangan dan Antariksa di Pusat Teknologi Satelit LAPAN Bogor, Selasa (3/4).(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendukung Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengembangkan industri keantariksaan di Indonesia.  

"Telkom siap mendukung LAPAN dalam bidang pengembangan bersama Satelit Non GSO, operasionalisasi stasiun TT & C, penyiapan inkubasi industri keantariksaan, komersialisasi produk riset LAPAN serta dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi riset LAPAN," kata Direktur Enterprise & Business Service (EBIS) Telkom Dian Rachmawan dalam keterangan, kemarin.

Sementara Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa pengembangan satelit di LAPAN bermula dari satelit LAPAN-A1/ LAPAN-Tubsat yang diluncurkan pada 2007.

Satelit ini mampu beroperasi hingga enam tahun padahal secara teori, usianya diperkirakan hanya tiga tahun. “Kemudian, pada 2015, LAPAN meluncurkan satelit generasi berikutnya yaitu LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI. Pada 2016, LAPAN meluncurkan satelit LAPAN-A3/ LAPAN-IPB,” ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini LAPAN-A4 dan A5 sedang dikembangkan. Untuk LAPAN-A5, pengembangannya bekerja sama dengan Universitas Chiba untuk penggunaan radar mini dalam satelit mikro. Kepala LAPAN berharap, LAPAN-A4 dapat diluncurkan pada 2020, sementara LAPAN-A5 pada 2022.

Setelah 2022, pengembangan satelit memasuki fase operasional. Rencananya, LAPAN akan mengembangkan satelit mikro operasional kelas 150 kilogram.

Satelit semacam ini lebih realistis untuk diwujudkan karena biayanya tidak terlalu besar. Lagipula, kecenderungan global saat ini mengarah pada pengembangan satelit mikro operasional berorbit rendah. Nantinya, LAPAN akan memiliki beberapa satelit yang beroperasi secara konstelasi. Satelit operasional generasi awal akan bermisi penginderaan jauh. Sementara itu, berikutnya, LAPAN akan mengembangkan satelit operasional bermisi komunikasi.

Untuk mempercepat terwujudnya satelit tersebut, LAPAN bekerja sama dengan Telkom. Selain itu, LAPAN juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kompetensi kedua pihak. Bagi LAPAN, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat risetnya.

Dikatakan Thomas, kerja sama dengan Telkom ini merupakan kegiatan keantariksaan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. "Dalam undang-undang tersebut, disebutkan bahwa kegiatan keantariksaan meliputi sains antariksa, penginderaan jauh, penguasaan teknologi antariksa, peluncuran satelit, dan komersialisasi. Kerja sama dengan industri dan swasta merupakan bagian dari kegiatan komersialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa," tutupnya.(ad)

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
telkom solution travel