telkomsel halo

The Telkom Hub hadir, Jokowi: Pekerjaan berat baru dimulai

10:48:36 | 02 Nov 2018
The Telkom Hub hadir, Jokowi: Pekerjaan berat baru dimulai
Presiden Joko Widodo mencoba teknologi terbaru di The Telkom Hub.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memiliki tanggung jawab yang berat dalam membangun ekosistem ekonomi digital Indonesia.

“Saya harus ingatkan bahwa pekerjaan berat Telkom justru baru dimulai. Jangan sampai heboh di awal lalu senyap ke depannya,” pesan Presiden Jokowi kala meresmikan pembukaan kawasan The Telkom Hub, di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/11) malam.

Telkom Group menjadikan The Telkom Hub sebagai pusat pertumbuhan budaya inovasi digital untuk manajemen jasa dan infrastruktur pintar, untuk pusat pengembangan enterpreneur digital, untuk menjadi pusat edukasi sosial dan teknologi, untuk menjadi pusat layanan pengguna digital, dan termasuk ada masjid pintar.

Presiden mengingatkan, bahwa ide yang besar, ide yang smart harus diikuti dengan smart execution, diikuti dengan komitmen, diikuti dengan kerja keras. “Ini bukan untuk Telkom saja tapi untuk seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan terutama untuk milenial BUMN,” ujarnya.

Berubah
Lebih lanjut Jokowi menyambut baik masuknya tiga BUMN ke dalam jajaran 500 perusahaan terbaik di dunia. Namun Presiden berharap, jangan hanya 3 BUMN saja, tapi BUMN yang lain juga harus ikut.

“Saya tidak usah sebutkan BUMN mana, nanti bangga hati, nanti gede kepala, karena ini akan ada perubahan-perubahan yang terus harus kita ikuti, dan terus harus kita perbaharui,” katanya.

Presiden mengingatkan, di dunia yang penuh inovasi seperti sekarang, rumus yang berlaku bukan lagi yang kuat mengalahkan yang lemah. Bukan yang besar mengalahkan yang kecil, karena yang kecil bisa tahu-tahu menjadi besar. Yang lemah tahu-tahu bisa meloncat menjadi yang kuat.

“Tapi rumus yang berlaku adalah yang cepat akan mengalahkan yang lambat, yang cepat akan mengalahkan lamban,” tuturnya.

Menurut Presiden, perubahan begitu sangat cepatnya. Ia meminta BUMN agar segera merespon setiap perubahan, adaptasi setiap ada perubahan.

“Rumusnya bukan lagi asset heavy tapi asset light. Saya kira sudah tahu yang di BUMN. Enggak bisa membanggakan punya aset, aset-aset berat yang gede-gede, ndak. Sekarang yang dinilai adalah brand value,” ujar Presiden Jokowi,

Diingatkannya, jika BUMN tidak berinovasi,  pilihannya hanya dua, inovasi atau ditinggal. “Inovasi atau semakin ditinggal, hanya itu saja. Karena perubahan ini akan cepat sekali, akan cepat sekali,” tegasnya.

Presiden mengingatkan, sudah bukan zamannya lagi seperti di masa lalu,BUMN bisa duduk dengan tenang merasa sudah pada posisi nyaman. Ia menegaskan, perubahan-perubahan ini bisa menggerus kalau kita tidak hati-hati merespon, mengadaptasi setiap perubahan- perubahan.

“Sekali lagi, saya ingin BUMN-BUMN kita bergerak cepat, merespon cepat, mengadaptasi cepat.

Sudah bukan zamannya lagi BUMN yang kaku, yang birokratis dalam setiap pengambilan keputusan. Harus cepat mengambil keputusan, harus tepat mengambil keputusan, setiap opportunity, setiap peluang yang ada,” tegasnya.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI