blanja 2019
telkomsel halo

Teknologi operasional banyak diincar serangan siber

09:09:08 | 23 Jan 2019
Teknologi operasional banyak diincar serangan siber
telkomsat
COLOGNE (IndoTelko) - TUV Rheinland mengumumkan para peretas semakin sering menyerang teknologi operasional (TO).

Teknologi operasional merujuk kepada sistem terkomputerisasi yang dipakai untuk mengendalikan aset-aset fisik seperti katup, motor dan pompa. TO lazim digunakan di banyak industri dan sektor, termasuk migas, transportasi, sistem pengelolaan gedung, pabrik pengolahan air dan infrastruktur nasional yang vital. Para pakar dari TUV Rheinland telah menilai Teknologi Operasional sebagai ujung tombak dari serangan siber dalam Tren-Tren Keamanan Siber.

Temuan itu hasil survei ke 370 perusahaan industrial dalam melindungi berbagai aset teknologi operasional (operational technology) dari ancaman siber.

Sejumlah temuan itu menunjukkan, meski para peretas semakin sering menyerang teknologi operasional (TO), banyak perusahaan tak menyadari ancaman serangan siber terhadap aset-aset TO mereka. Lebih lagi, standar keamanan siber mereka biasanya tidak dibuat secara khusus untuk TO.

Dalam kajian yang bertajuk "Industrial Security in 2019: A TUV Rheinland Perspective", 40% responden menyatakan bahwa mereka tak pernah mencermati risiko-risiko dari serangan siber terhadap teknologi operasionalnya.  

Sementara, 34% responden tak mengetahui apakah perusahaan mereka pernah menyelidiki risiko-risiko tersebut.

Selain itu, hanya satu dari lima perusahaan yang memiliki sejumlah standar khusus untuk keamanan siber pada teknologi operasional.

"Fakta bahwa keamanan siber pada TO secara nyata bukan dianggap sebagai prioritas penting, termasuk hal mengkhawatirkan. Sejumlah serangan dari Internet bisa melumpuhkan pabrik secara keseluruhan, mengakibatkan terhentinya produksi dan melonjaknya biaya," komentar Chief Technology Officer, Operational Technology and Industrial Cybersecurity, TUV Rheinland Nigel Stanley dalam keterangan kemarin.

Dalam studi tersebut, para penulis menekankan kerumitan dari keamanan TO di dunia yang serba terhubung dengan Internet (networked world).

Misalnya, sejumlah aplikasi Teknologi Informasi untuk kalangan perusahaan (enterprise IT) terus-menerus diperbarui guna menanggapi beberapa ancaman baru. Namun, komputer yang mengendalikan sistem TO biasanya tak diperbarui secara rutin.

"Terlepas dari tersambung atau tidaknya sistem OT ke Internet, standar keamanan siber yang preventif dan berdasarkan pemahaman risiko TO, merupakan langkah yang wajib dilakukan. Hal ini secara khusus penting karena keselamatan sistem TO dapat dirusak oleh serangan siber," kata Nigel Stanley.

Melindungi Data
Pihak-pihak yang bertanggung jawab sebaiknya berpikir tentang cara untuk melindungi berbagai fasilitas produksinya sendiri dari penyusupan secara fisik.

Angkasa Pura 2
"Siapa pun pihak yang bertanggung jawab atas keamanan TO harus mempertimbangkan apakah seorang penyusup bisa memasukkan perangkat USB berbahaya ke dalam sistem. Ada banyak aset-aset dengan hak kekayaan intelektual yang dapat ditemukan di pabrik-pabrik industri, dan pencurian data bisa memberi kepuasan bagi beberapa peretas, serupa ketika mereka merusak lini produksi pabrik," katanya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma